Perbedaan mendasar antara stepper tradisional dengan motor servo adalah
dari jenis motornya dan bagaimana motor tersebut dikontrol. Stepper
biasanya menggunakan 50 sampai 100 kutub motor brushless sedangkan
servo motor umumnya hanya memiliki 4 sampai 12 kutub. Kutub adalah area
dalam sebuah motor dimana kutub magnetic utara dan selatan dihasilkan
baik itu oleh magnet permanen ataupun arus yang melewati gulungan
lilitan.
Stepper tidak membutuhkan encoder karena stepper dapat secara akurat
bergerak antar kutub-kutub, namun pada servo, dengan hanya sedikit kutub
yang dimilikinya, membutuhkan encoder untuk menjaga posisinya tetap
pada jalurnya. Stepper sederhananya bergerak secara inkrimental
menggunakan pulsa (open loop) sementara servo secara closed-loop
menggunakan bantuan encoder.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan motor stepper dan servo secara singkat :
Motor Stepper
|
Motor Servo
| |
Driver
|
Sederhana. Kita tinggal membeli motornya saja. Drivernya dapat dibuat sendiri.
|
Desainnya sangat komplek. Sulit untuk membuat sendiri drivernya. Biasanya motor servo dijual bersama dengan drivernya.
|
Tingkat kebisingan dan vibrasi.
|
Cukup signifikan
|
Sangat kecil
|
Kecepatan
|
Lambat (1000-2000 rpm maksimal)
|
Cepat (3000 sampai 5000 rpm maksimal)
|
Kondisi out-of-step
|
Sangat mungkin (motor tidak akan jalan jika beban terlalu berat)
|
Tidak mungkin (motor tetap akan jalan meskipun beban terlalu berat)
|
Metode Kontrol
|
Open loop (tidak memakai encoder)
|
Closed loop (memakai encoder)
|
Harga Motor dan Driver
|
Murah. 1 jutaan per set tersedia banyak di toko dan internet.
|
Mahal. Paling murah sekitar 4 jutaan per set.
|
Resolusi
|
Model PM 2 phase: 7,5o (48 pulse per revolution - ppr)
Model HB 2 phase: 1,8o (200 ppr) atau 0.9o(400 ppr)
Model HB 5 phase: 0,72o (500 ppr) atau 0,36o(1.000 ppr)
|
Tergantung dari resolusi encoder. Umumnya, 0,36o (1000 ppr) sampai 0,036o (10.000 ppr)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar