Dengan Belajar Sesungguhnya Kita Telah Membuka Satu Pintu Menuju Kesuksessan

Jumat, 22 April 2016

Tugas Bahasa Indonesia 2: Kedua


 BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang Masalah
Di jaman modern ini semua kegiatan manusia dibuat serba praktis dengan adanya teknik otomatisasi. Otomatisasi adalah sebuah teknik yang bekerja secara otomatis berdasarkan respon tanpa adanya campur tangan manusia. Hal­hal yang sulit dikerjakan dan berbahaya pun dapat digantikan oleh teknik otomatisasi ini. Salah satu dari contoh teknik ini adalah Automatic Roof.
Automatic Roof adalah sebuah sistem yang mengatur buka dan tutup atap rumah sesuai kondisi cuaca. Salah satu contoh keuntungan dari alat ini adalah kita dapat menjemur pakaian dengan santai tanpa perlu khawatir pakaian kita akan kehujanan, karena atap akan menutup secara otomatis saat terjadi hujan.

1.2              Pembatasan Masalah
Automatic Roof merupakan alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan. Oleh karena itu pembahasan tentang Automatic
Roof disini hanya berkisar antara penggunaan sensor LDR dan sensor air, serta respon dari alat ini berupa Motor DC yang menggerakan atap rumah.

1.3              Tujuan Penulisan
Tujuan  penulisan  makalah  ini  adalah  menjelaskan  tentang  cara pembuatan alat & teknik otomatisasi dari alat Automatic Roof yang menggunakan sensor LDR dan sensor air, berdasarkan pemrograman yang ditanamkan dalam mikrokontrolernya.


1.4              Metode Penulisan
Beberapa  metode  yang  digunakan  dalam  penulisan  makalah  ini
adalah:
1)     Studi Riset
Merancang pembuatan alat dengan menggambar rangkaian, membuat program dalam bahasa C untuk dikonfigurasikan ke dalam mikrokontroler AT89S51, serta memasang komponen yang dibutuhkan dan selanjutnya akan diimplementasikan ke dalam alat berupa Automatic Roof.
2)     Studi Pustaka
Mendapatkan bahan penulisan tentang komponen­komponen yang akan digunakan untuk membuat Automatic Roof melalui buku atau situs­situs yang ada hubungannya dengan penulisan ilmiah ini.
3)     Wawancara atau Konsultasi
Mengadakan pertanyaan – pertanyaan kepada pengurus laboratorium dan staf ­ stafnya untuk mendapatkan informasi yang kami butuhkan, semisal, cara pembuatan jalur elektronik pada sebuah PCB, komponen yang seperti apa yang diperlukan, serta cara pembuatan program Automatic Roof.

1.5              Sistematika Penulisan
Pada bagian ini kami akan mengemukakan tetntang pokok­pokok
uraian tugas penulisan makalah ini agar lebih mudah dipahami dan juga sebagai dasar pembahaan selanjutnya. Dalam penulisan ini kami menyajikan sistematika penulisan dengan kronologis sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan
penulisan, metode penulisan, serta sistematika penulisan.


BAB II Landasan Teori
Bab ini menjelaskan tentang komponen­komponen yang digunakan, konfigurasi yang digunakan, dan juga teori­teori yang digunakan dalam pembuatan Automatic Roof ini.
BAB III Perancangan Sistem
Bab ini membahas mengenai perancangan sistem otomatisasi alat Auotomatic Roof yang terdiri dari analisa rangkaian secara diagram blok, analisa rangkaian secara detail dan analisa logika pemrograman.
BAB IV Cara Kerja Alat
Bab ini membahas tentang bagaimana alat Automatic Roof bekerja.
BAB V Penutup
Berisi tentang kesimpulan­kesimpulan dari penjelasan alat yang dibuat dan saran –saran pembuatan alat yang dibuat.




 BAB II
LANDASAN TEORI


Pada bab ini akan diberikan penjelasan mengenai komponen-komponen yang digunakan untuk membuat alat Automatic Roof Dengan AT89S51 ini. Secara umum, alat ini terdiri dari Mikrokontroler, IC Driver, Motor DC dan sensor. 




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Di jaman modern ini semua kegiatan manusia dibuat serba praktis dengan adanya teknik otomatisasi. Otomatisasi adalah sebuah teknik yang bekerja secara otomatis berdasarkan respon tanpa adanya campur tangan manusia. Hal-hal yang sulit dikerjakan dan berbaya pun dapat digantikan oleh teknik otomatisasi ini. Salah satu dari contoh teknik ini adalah Automatic Roof. Automatic Roof adalah sebuah sistem yang mengatur buka dan tutup atap rumah sesuai kondisi cuaca. Salah satu contoh keuntungan dari alat ini adalah kita dapat menjemur pakaian dengan santai tanpa perlu khawatir pakaian kita akan kehujanan, karena atap akan menutup secara otomatis saat terjadi hujan. Automatic Roof merupakan alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan. Oleh karena itu pembahasan tentang Automatic Roof disini hanya berkisar antara penggunaan sensor LDR dan sensor air, serta respon dari alat ini berupa Motor DC yang menggerakan atap. Automatic Roof merupakan sebuah alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan dimana output atau keluaran dari alat Automatic Roof ini berupa pergerakan motor DC untuk membuka dan menutup.



BAB IV
PENUTUP


5.1        Kesimpulan
   Automatic Roof Dengan AT89S51 merupakan sebuah alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan dimana output atau keluaran dari alat Automatic Roof Dengan AT89S51 ini berupa pergerakan motor DC untuk membuka dan menutup atap. Berikut ini adalah output dari alat Automatic Roof Dengan AT89S51:
1)      Jika sensor LDR terkena cahaya dan sensor air kering, maka buka atap.
2)      Jika sensor LDR terkena cahaya dan sensor air tidak kering, maka tutup atap.
3)      Jika sensor LDR tidak terkena cahaya dan sensor air kering, maka tutup atap.
4)      Jika LDR tidak terkena cahaya dan sensor air tidak kering, maka  tutup atap.

5.2       Saran
Saran dari kami adalah dalam pengerjaan proyek ini saat pembuatan jalur di pcb harus teliti dan berhati-hati. Karena jalur merupakan komponen dasar yang sangat penting untuk menghubungkan komponen-komponen yang akan dipasang, jika jalur yang dibuat salah maka pada saat nanti alat di test nyala atau tidak nya memiliki kemungkinan untuk tidak berfungsi atau menyala. Dan perhatikan letak setiap komponen, karena jika salah dalam meletakkan komponen kemungkinan alat tidak akan berfungsi atau mengakibatkan rusaknya salah satu komponen. Serta dibutuhkan kerjasama tim yang baik agar mencapai hasil yang maksimal.




Contoh Kutipan Langsung:
Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".


Contoh Kutipan Tidak Langsung:
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).


Sumber:
http://dhonykurniadi0204.blogspot.co.id/2013/04/kutipan-langsung-dan-tidak-langsung.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar