BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Di jaman
modern ini semua kegiatan manusia dibuat serba praktis dengan adanya teknik
otomatisasi. Otomatisasi adalah sebuah teknik yang bekerja secara otomatis
berdasarkan respon tanpa adanya campur tangan manusia. Halhal yang sulit
dikerjakan dan berbahaya pun dapat digantikan oleh teknik otomatisasi ini.
Salah satu dari contoh teknik ini adalah Automatic Roof.
Automatic Roof adalah sebuah
sistem yang mengatur buka dan tutup atap rumah sesuai kondisi cuaca. Salah satu
contoh keuntungan dari alat ini adalah kita dapat menjemur pakaian dengan
santai tanpa perlu khawatir pakaian kita akan kehujanan, karena atap akan
menutup secara otomatis saat terjadi hujan.
1.2
Pembatasan Masalah
Automatic
Roof merupakan alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan.
Oleh karena itu pembahasan tentang Automatic
Roof disini
hanya berkisar antara penggunaan sensor LDR dan sensor air, serta respon dari
alat ini berupa Motor DC yang menggerakan atap rumah.
1.3
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan
makalah ini adalah
menjelaskan tentang cara pembuatan alat & teknik otomatisasi
dari alat Automatic Roof yang menggunakan sensor LDR dan sensor air,
berdasarkan pemrograman yang ditanamkan dalam mikrokontrolernya.
1.4
Metode Penulisan
Beberapa
metode yang digunakan
dalam penulisan makalah
ini
adalah:
1) Studi Riset
Merancang pembuatan alat dengan
menggambar rangkaian, membuat program dalam bahasa C untuk dikonfigurasikan ke
dalam mikrokontroler AT89S51, serta memasang komponen yang dibutuhkan dan
selanjutnya akan diimplementasikan ke dalam alat berupa Automatic Roof.
2) Studi Pustaka
Mendapatkan bahan penulisan tentang
komponenkomponen yang akan digunakan untuk membuat Automatic Roof melalui buku
atau situssitus yang ada hubungannya dengan penulisan ilmiah ini.
3) Wawancara atau Konsultasi
Mengadakan pertanyaan – pertanyaan
kepada pengurus laboratorium dan staf stafnya untuk mendapatkan informasi
yang kami butuhkan, semisal, cara pembuatan jalur elektronik pada sebuah PCB,
komponen yang seperti apa yang diperlukan, serta cara pembuatan program
Automatic Roof.
1.5
Sistematika Penulisan
Pada bagian ini kami akan mengemukakan
tetntang pokokpokok
uraian
tugas penulisan makalah ini agar lebih mudah dipahami dan juga sebagai dasar
pembahaan selanjutnya. Dalam penulisan ini kami menyajikan sistematika
penulisan dengan kronologis sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan
Bab ini
menjelaskan tentang latar belakang masalah, batasan masalah, tujuan
penulisan,
metode penulisan, serta sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori
Bab ini menjelaskan
tentang komponenkomponen yang digunakan, konfigurasi yang digunakan, dan juga
teoriteori yang digunakan dalam pembuatan Automatic Roof ini.
BAB III Perancangan Sistem
Bab ini
membahas mengenai perancangan sistem otomatisasi alat Auotomatic Roof yang
terdiri dari analisa rangkaian secara diagram blok, analisa rangkaian secara
detail dan analisa logika pemrograman.
BAB IV Cara Kerja Alat
Bab ini membahas tentang bagaimana alat Automatic Roof bekerja.
BAB V Penutup
Berisi
tentang kesimpulankesimpulan dari penjelasan alat yang dibuat dan saran –saran
pembuatan alat yang dibuat.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
Pada bab ini
akan diberikan penjelasan mengenai komponen-komponen yang digunakan untuk
membuat alat Automatic
Roof Dengan AT89S51 ini. Secara
umum, alat ini terdiri dari Mikrokontroler, IC Driver, Motor DC dan sensor.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Di jaman modern ini semua kegiatan manusia
dibuat serba praktis dengan adanya teknik otomatisasi. Otomatisasi adalah
sebuah teknik yang bekerja secara otomatis berdasarkan respon tanpa adanya
campur tangan manusia. Hal-hal yang sulit dikerjakan dan berbaya pun dapat
digantikan oleh teknik otomatisasi ini. Salah satu dari contoh teknik ini
adalah Automatic Roof. Automatic Roof adalah sebuah sistem yang mengatur buka
dan tutup atap rumah sesuai kondisi cuaca. Salah satu contoh keuntungan dari
alat ini adalah kita dapat menjemur pakaian dengan santai tanpa perlu khawatir
pakaian kita akan kehujanan, karena atap akan menutup secara otomatis saat
terjadi hujan. Automatic Roof merupakan alat yang bekerja berdasarkan kondisi
cahaya dan kondisi hujan. Oleh karena itu pembahasan tentang Automatic Roof
disini hanya berkisar antara penggunaan sensor LDR dan sensor air, serta respon
dari alat ini berupa Motor DC yang menggerakan atap. Automatic Roof merupakan
sebuah alat yang bekerja berdasarkan kondisi cahaya dan kondisi hujan dimana
output atau keluaran dari alat Automatic Roof ini berupa pergerakan motor DC
untuk membuka dan menutup.
BAB IV
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Automatic
Roof Dengan AT89S51 merupakan sebuah alat yang bekerja berdasarkan kondisi
cahaya dan kondisi hujan dimana output atau keluaran dari alat Automatic Roof
Dengan AT89S51 ini berupa pergerakan motor DC untuk membuka dan menutup atap.
Berikut ini adalah output
dari alat Automatic Roof Dengan AT89S51:
1)
Jika sensor LDR terkena cahaya dan sensor air kering, maka
buka atap.
2)
Jika sensor LDR terkena cahaya dan sensor air tidak kering,
maka tutup atap.
3) Jika
sensor LDR tidak terkena cahaya dan sensor air kering, maka tutup atap.
4) Jika LDR tidak
terkena cahaya dan sensor air tidak kering, maka tutup
atap.
5.2 Saran
Saran dari
kami adalah dalam pengerjaan proyek ini saat pembuatan jalur di pcb harus
teliti dan berhati-hati. Karena jalur merupakan komponen dasar yang sangat
penting untuk menghubungkan komponen-komponen yang akan dipasang, jika jalur
yang dibuat salah maka pada saat nanti alat di test nyala atau tidak nya
memiliki kemungkinan untuk tidak berfungsi atau menyala. Dan perhatikan letak
setiap komponen, karena jika salah dalam meletakkan komponen kemungkinan alat
tidak akan berfungsi atau mengakibatkan rusaknya salah satu komponen. Serta
dibutuhkan kerjasama tim yang baik agar mencapai hasil yang maksimal.
Contoh Kutipan Langsung:
Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".
Contoh Kutipan Tidak Langsung:
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).
Sumber:
Contoh Kutipan Tidak Langsung:
Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).
Sumber:
http://dhonykurniadi0204.blogspot.co.id/2013/04/kutipan-langsung-dan-tidak-langsung.html










































