1. Tema karangan
1. pengertian temaTema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Istilah tema sering disamakan pengertiannya dengan topik, padahal kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Topik dalam suatu karya adalah pokok pembicaraan, sedangkan tema adalah gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui suatu karya. Tema suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita.
2. Pemilihan Topik
(1) Topik itu harus bersifat problematik
(2) Topik itu harus ada manfaatnya dan layak dibahas
(3) Topik itu dikenal dengan baik
(4) Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai
(5) Topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit
(6) Topik itu cukup menarik terutama bagi penulis
(7) Membuktikan hipotesis
(8) Membuat suatu rancangan
3. Pembatasan maksud
Pembatasan maksud merupakan sebuah rancangan meyeluruh yang memungkinkan penulis bergerak bebas dalam batas-batas tadi. Seperti halnya dalam pembatasan topic, pembatasan maksud juga akkan menentukan bahan mana yang diperlukan, serta cara mana yang paling baik bagi penyusunan karangan itu.
4. Menentukan Maksud
Pengetahuan dasar tadi akan dikembangkan lebih lanjut dengan hasil-hasil penelitian, observasi dan sebagainya. Karena sudah mengenal prinsip-prinsip dasarnya, maka penulis akan lebih mudah mengetahui aspek-aspek mana yang perlu diketahui data-datanya, aspek mana yang tidak perlu dimasukkan dalam uraian. Pembatasan topic sampai pada tahap ini belum cukup, masih ada satu hal yang penting, yang perlu ditetapkan yaitu apa maksud pengarang dalam menguraikan topic tadi.
5. Tesis dan pengungkapan maksud
Tesis adalah perumusan singkat yang mengandung tema dari sebuah karangan. umumnya tesis digunakan untuk membuat karya ilmiah. Contoh: dalam menanggulangi bencana banjir tahunan, masyarakat hendaknya bersikap sadar untuk menjaga lingkungannya. masyarakat dapat memulainya dari hal kecil seperti, membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon. Lalu pegungkapan maksud adalah perumusan singkat yang tidak menekankan tema dasarnya. Tujuannya untuk memberi suatu gambaran atau mengungkapkan kembali suatu peristiwa untuk menimbulkan kesan. misalnya, tema mengenai kenangan deskripsi.
6. Tema yang baik
Tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.
2. Kerangka Karangan
1. Pengertian kerangka karanganKerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.
2. Manfaat Kerangka Karangan
Adapun manfaat kerangka karangan secara umum adalah untuk menyusun karangan secara teratur. Selain itu ada beberapa manfaat kerangka karangan, antara lain :
a. Mempermudah pembahasan tulisan.
b. Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
c. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
d. Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
e. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
f. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.
3. Penyusunan kerangka karangan
Untuk memperoleh suatu susunan kerangka karangan yang teratur, biasanya dipergunakan beberapa cara atau tipe susunan. Pola susunan yang paling utama adalah pola alamiah dan pola logis. Pola alamiah dan suatu kerangka karangan biasanya dida- sarkan atas urutan-urutan kejadian, atau urutan-urutan tempatatau ruang. Sebaliknya pola logis walaupun masih ada sentuhan dengan keadaan yang nyata, tetapi lebih dipengaruhi oleh jalan pikiran manusia yang menghadapi persoalan yang tengah digarap itu.
4. Pola susunan kerangka karangan
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah itu didasarkan pada ketiga (atau keempat) dimensi dalam kehidupan manusia: atas – bawah, melintang – menyeberang, sekarang – nanti, dulu – sekarang, timur – barat, dan sebagainya. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan berdasarkan waktu (urutan kronologis), urutan berdasarkan ruang (urutan spasial), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada
5. Macam-macam kerangka karangan
1. Berdasarkan perincian
a. Kerangka karangan sederhana (non-formal)
Merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah yang terdiri dari tesis dan pokok-pokok utama.
b. Kerangka karangan formal
Kerangka karangan yang timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat komplek atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya.
2. Berdasarkan perumusan teks
a. Kerangka kalimat
Menggunakan kalimat deklaratif yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, sub topik. Misalnya :
1. Pendahuluan
2. Latar belakang
3. Rumusan masalah
4. Tujuan
Manfaat menggunakan kerangka kalimat :
1. Memaksa penulis untuk merumuskan topik yang akan diuraikan
2. Perumusan topik-topik akan tetap jelas
3. Kalimat yang dirumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapapun, seperti bagi pengarangnya sendiri.
b. Kerangka topik
Kerangka topik dimulai dengan perumusan tesis dalam sebuah kalimat yang lengkap dan menggunakan kata atau frase. Kerangka lebih baik manfaatnya dari kerangka topik, tetapi kelebihan kerangka topik adalah lebih jelas merumuskan hubungan-hubungan kepentingan antar gagasan.
Sumber Referensi
https://prezi.com/yoscrkmdv8sz/untitled-prezi/http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-tema-dan-jenis-tema.html
https://she2008.wordpress.com/2010/11/30/topik-tema-dan-judul/
http://kummal-gratis.blogspot.co.id/2012/06/tema-karangan.html
https://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/
http://rahim33.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-kerangka-karangan.html
http://www.dosenpendidikan.com/pola-susunan-kerangka-karangan-menurut-para-ahli-bahasa/
https://mardianiani.wordpress.com/2013/12/25/kerangka-karangan-outline/
WARNING!: JIKA INGIN MENYALIN TULISAN DARI BLOG INI, HARAP CANTUMKAN BLOG INI SEBAGAI SUMBER REFERENSI. TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar