Dengan Belajar Sesungguhnya Kita Telah Membuka Satu Pintu Menuju Kesuksessan

Rabu, 25 November 2015

Makalah Auto roof Mikroprosesor Gunadarma

Makalah Auto roof Mikroprosesor Gunadarma. Silahkan download disini
Jangan lupa cantimkan blog ini sebagai sumber referensi

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 3

1. Tema karangan

1. pengertian tema
Tema adalah pokok permasalahan sebuah cerita, gagasan sentral, atau dasar cerita. Istilah tema sering disamakan pengertiannya dengan topik, padahal kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Topik dalam suatu karya adalah pokok pembicaraan, sedangkan tema adalah gagasan sentral, yakni sesuatu yang hendak diperjuangkan dalam dan melalui suatu karya. Tema suatu cerita biasanya bersifat tersirat (tersembunyi) dan dapat dipahami setelah membaca keseluruhan cerita.

2. Pemilihan Topik
(1) Topik itu harus bersifat problematik
(2) Topik itu harus ada manfaatnya dan layak dibahas
(3) Topik itu dikenal dengan baik
(4) Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai
(5) Topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit
(6) Topik itu cukup menarik terutama bagi penulis
(7) Membuktikan hipotesis
(8) Membuat suatu rancangan

3. Pembatasan maksud
Pembatasan maksud merupakan sebuah rancangan meyeluruh yang memungkinkan penulis bergerak bebas dalam batas-batas tadi. Seperti halnya dalam pembatasan topic, pembatasan maksud juga akkan menentukan bahan mana yang diperlukan, serta cara mana yang paling baik bagi penyusunan karangan itu.

4. Menentukan Maksud
Pengetahuan dasar tadi akan dikembangkan lebih lanjut dengan hasil-hasil penelitian, observasi dan sebagainya. Karena sudah mengenal prinsip-prinsip dasarnya, maka penulis akan lebih mudah mengetahui aspek-aspek mana yang perlu diketahui data-datanya, aspek mana yang tidak perlu dimasukkan dalam uraian. Pembatasan topic sampai pada tahap ini belum cukup, masih ada satu hal yang penting, yang perlu ditetapkan yaitu apa maksud pengarang dalam menguraikan topic tadi.

5. Tesis dan pengungkapan maksud
Tesis adalah perumusan singkat yang mengandung tema dari sebuah karangan. umumnya tesis digunakan untuk membuat karya ilmiah. Contoh: dalam menanggulangi bencana banjir tahunan, masyarakat hendaknya bersikap sadar untuk menjaga lingkungannya. masyarakat dapat memulainya dari hal kecil seperti, membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon. Lalu pegungkapan maksud adalah perumusan singkat yang tidak menekankan tema dasarnya. Tujuannya untuk memberi suatu gambaran atau mengungkapkan kembali suatu peristiwa untuk menimbulkan kesan. misalnya, tema mengenai kenangan deskripsi.

6. Tema yang baik
Tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

2. Kerangka Karangan

1. Pengertian kerangka karangan
Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.

2. Manfaat Kerangka Karangan
 Adapun manfaat kerangka karangan secara umum adalah untuk menyusun karangan secara teratur. Selain itu ada beberapa manfaat kerangka karangan, antara lain :
a.    Mempermudah pembahasan tulisan.
b.    Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
c.    Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
d.   Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
e.    Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
f.     Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.

3. Penyusunan kerangka karangan
Untuk memperoleh suatu susunan kerangka karangan yang teratur, biasanya dipergunakan beberapa cara atau tipe susunan. Pola susunan yang paling utama adalah pola alamiah dan pola logis. Pola alamiah dan suatu kerangka karangan biasanya dida- sarkan atas urutan-urutan kejadian, atau urutan-urutan tempatatau ruang. Sebaliknya pola logis walaupun masih ada sentuhan dengan keadaan yang nyata, tetapi lebih dipengaruhi oleh jalan pikiran manusia yang menghadapi persoalan yang tengah digarap itu.

4. Pola susunan kerangka karangan
Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah itu didasarkan pada ketiga (atau keempat) dimensi dalam kehidupan manusia: atas – bawah, melintang – menyeberang, sekarang – nanti, dulu – sekarang, timur – barat, dan sebagainya. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan berdasarkan waktu (urutan kronologis), urutan berdasarkan ruang (urutan spasial), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada

5. Macam-macam kerangka karangan
1. Berdasarkan perincian
a. Kerangka karangan sederhana (non-formal)
Merupakan suatu alat bantu, sebuah penuntun bagi suatu tulisan yang terarah yang terdiri dari tesis dan pokok-pokok utama.
b. Kerangka karangan formal
Kerangka karangan yang timbul dari pertimbangan bahwa topik yang akan di garap bersifat sangat komplek atau suatu topik yang sederhana tetapi penulis tidak bermaksud untuk segera menggarapnya.

2. Berdasarkan perumusan teks
a. Kerangka kalimat
Menggunakan kalimat deklaratif yang lengkap untuk merumuskan setiap topik, sub topik. Misalnya :
1. Pendahuluan
2. Latar belakang
3. Rumusan masalah
4. Tujuan
Manfaat menggunakan kerangka kalimat :
1. Memaksa penulis untuk merumuskan topik yang akan diuraikan
2. Perumusan topik-topik akan tetap jelas
3. Kalimat yang dirumuskan dengan baik dan cermat akan jelas bagi siapapun, seperti bagi pengarangnya sendiri.
b. Kerangka topik
Kerangka topik dimulai dengan perumusan tesis dalam sebuah kalimat yang lengkap dan menggunakan kata atau frase. Kerangka lebih baik manfaatnya dari kerangka topik, tetapi kelebihan kerangka topik adalah lebih jelas merumuskan hubungan-hubungan kepentingan antar gagasan.

Sumber Referensi

https://prezi.com/yoscrkmdv8sz/untitled-prezi/
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-tema-dan-jenis-tema.html
https://she2008.wordpress.com/2010/11/30/topik-tema-dan-judul/
http://kummal-gratis.blogspot.co.id/2012/06/tema-karangan.html
https://yukfuk.wordpress.com/2010/04/22/topik-tema-judul/
http://rahim33.blogspot.co.id/2013/05/pengertian-kerangka-karangan.html
http://www.dosenpendidikan.com/pola-susunan-kerangka-karangan-menurut-para-ahli-bahasa/
https://mardianiani.wordpress.com/2013/12/25/kerangka-karangan-outline/

WARNING!: JIKA INGIN MENYALIN TULISAN DARI BLOG INI, HARAP CANTUMKAN BLOG INI SEBAGAI SUMBER REFERENSI. TERIMA KASIH

Selasa, 24 November 2015

Cara Mengembalikan Flashdisk Yang Terhidden Oleh Virus




Perkembangan virus sudah sangat meningkat dan virus-virus komputer sudah sangat canggih dan susah di basmi. Apalagi jika kita mencolokan Flashdisk/Harddisk, Virus yang banyak terdapat di PC/LAPTOP anda akan masuk ke dalam Flashdisk/Hardisk anda. Virus yang sudah masuk ke Flashdisk/Hardisk seringkali menghidden folder/file yang terdapat di dalamnya. Hal ini mungkin membuat kita kesal karena dokumen/data-data penting kita hilang. Namun tenang saja, mungkin ini adalah salah satu penyebab virus yang masuk ke dalam Flashdisk/Hardisk anda dan menghidden datanya bukan menghilangkannya *jika hilang ya tamat riwayat anda*. Kali ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana mengembalikan file-file atau data penting anda yang terhidden oleh virus. Berikut adalah cara mengembalikannya.

1. Pasang Flashdisk anda dan lihat Letter/ Drive di Flashdisk anda.

2. Setelah tahu drive flashdisk anda maka buka RUN dengan cara klik Start -> RUN atau bisa menekan shortcut (Windows + R) ketikan cmd tekan OK

3. Lalu pada jendela command prompt ketikan drive flashdisk anda, karena drive FD saya (I:) maka  tulis “i:” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter maka aktiflah drive (I:)

4. Lalu ketikan kode berikut :
attrib –s –h –r *.* /s /d
lebih jelasnya  :  attrib(spasi)-s(spasi)-h(spasi)-r(spasi)*.*(spasi)/s(spasi)/d
tekan Enter
penjelasan :
attrib = attribut 
- (min) = unhide / munculkan data,  bisa juga memakai tanda + (plus) jika ingin menyembunyikan file/data, contoh = (attrib +s +h +r *.* /s /d)
-s = mengembalikan data dari system / supaya di kenal System/windows anda
-h = menampilkan file/data yang ter “hidden”
-r = menampilkan file /data read-only
*.* = format extension / kode untuk menampilkan suatu file tertentu (bisa diganti jika anda ingin mengembalikan file-file tertentu saja contohnya hanya ekstensi .mp4 maka kode di rubah menjadi *.mp4 dan seterusnya.

5. Tunggu beberapa saat jangan dulu di close command prompt-nya dan lihat data di FD anda satu per satu akan kembali seperti semula (tekan refresh <F5>  berulang-ulang biar cepet).

6. Setelah serasa data kembali normal tutup jendela command prompt dengan mengetikan exit pada jendela Command prompt atau di close langsung juga gak apa-apa lah haha :D . satu hal lagi tak jarang setelah data kembali normal biasanya virus meninggalkan duplicate berbentuk shortcut dengan nama yang sama dengan data anda, cara mengatasinya Delete Permanen saja shortcut tersebut dengan menekan (Shift+Delete) dan tekan Ok/Enter.

7. Selesai. Isi flashdisk anda sudah kembali. 

Senin, 23 November 2015

Makalah Pulsa Widht Modulation (PWM) Gunadarma

Makalah Pulsa Widht Modulation (PWM) Gunadarma. Silahkan download disini
Jangan lupa cantumkan reverensi/daftar pustaka blog ini

Makalah Pegusir Nyamuk Sistem Digital Universitas Gunadarma

Makalah Pegusir Nyamuk Sistem Digital Universitas Gunadarma. Silahkan download disini
Jangan lupa cantumkan revensi/daftar pustaka blog ini.

Minggu, 22 November 2015

Senin, 26 Oktober 2015

Tugas Bahasa Indonesia 2

Ucapan dan Ejaan dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia ada dikenal dua hal yang saling berkaitan yaitu Ucapan dan Ejaan.Dua hal ini merupakan hal yang berbeda namun memiliki keterkaitan yang sangat kuat diantara satu sama lainnya.Berikut apabila kedua hal tersebut kita jabarkan :

Ucapan

Menurut definisinya Ucapan merupakan suatu kaedah berkomunikasi secara lisan .Pada orang Indonesia sendiri , Bahasa Indonesia kebanyakan merupakan bahasa kedua bagi mereka.Bahasa Indonesia yang dimaksud disini merupakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagaimana mestinya serta sesuai dengan aturan aturannya.
Mengapa dikatakan bahasa kedua?
Penyebabnya tidak lain adalah budaya / bahasa bahasa daerah asal dari masing masing individu itu sendiri.Bahasa Indonesia yang mereka ucapan merupakan hasil dari percampuran Bahasa Indonesia dengan bahasa daerah mereka.Cara mengetahuinya adalah cara berbahasa(logat) orang tersebut berbicara dan biasanya terdapat beberapa kata yang bukan merupakan Bahasa Indonesia dalam ucapannya. Hal ini akan dibahas pada bagian Ejaan.

Ejaan

Secara sederhana , Ejaan sendiri dapat dikatakan sebagai Ucapan namun dalam bentuk tulisan. Dalam Bahasa Indonesia sendiri terdapat beberapa aturan dalam penulisan Ejaan. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan Ejaan dalam Bahasa Indonesia.

1. Penulisan Huruf Kapital
· Digunakan untuk mengawali kalimat yang baru
Contohnya : Danau itu sangat ramai dikunjungi warga sekitar.
· Digunakan untuk menulis yang berkaitan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci
Contohnya : Segala sesuatu telah diatur oleh-Nya (Nya mewakilkan Tuhan).
· Digunakan dalam penulisan nama orang , gelar , atau keagamaan
Contohnya : Agus Budi , Presiden Soekarno, Sultan Ageng Tirtayasa
· Digunakan dalam penulisan nama jabatan , Kota , Negara , Kabupaten , dsb
Contohnya : Presiden Republik Indonesia , Gubernur DKI Jakarta
· Digunakan dalam penulisan nama lembaga
Contohnya : Universitas Gunadarma , Komisi Penyiaran Indonesia
· Digunakan dalam penulisan nama orang yang diwakilkan dengan kata kata kekerabatan
Contohnya : Ayah , Ibu , Kakek , Nenek , Kakak , dsb

2. Penulisan Huruf Tebal
· Digunakan dalam penulisan judul buku atau majalah
Contohnya : Pedoman Berbahasa Indonesia , 1001 Fakta Ilmu Psikologi

3. Penulisan Huruf Miring
· Digunakan dalam penulisan kata kata ilmiah
Contohnya : “nama latin dari Gajah Asia adalah elephas maximus”.

4. Penulisan Partikel dan Awalan
· Partikel dibagi menjadi 2 jenis yaitu yang dirangkaikan (kalimatnya digabungkan) atau tidak dirangkaikan (kalimatnya dipisah)
· Untuk yang dirangkaikan terdapat beberapa awalan antara lain :
- Antar- , Contoh : Antarpulau , Antarkota , Antarbangsa
- Maha- , Contoh : Mahasiswa,MahaKuasa,Mahaguru
- Adi-, Contoh : Adikuasa,Adidaya,Adibusana
- Pra-, Contoh : Prasejarah,Prasejahtera, dan sebagainya,

· Untuk yang tidak dirangkaikan menggunakan awalan Maha- , namun kata sambungnya sudah merupakan kata bentukan dari kata dasar sebelumnya.
Contohnya : Maha Pemurah , Maha Pengasih , Maha Mengetahui.

5. Penulisan Bilangan
· Untuk jumlah dalam kalimat percakapan , biasanya bilangan ditulis dengan huruf , namun untuk menyatakan jumlah pasti seperti harga barang biasanya bilangan ditulis dengan angka.
Contoh : “Ibu aku mau membeli lima butir permen” (dengan huruf)
“Total belanjaan bulan ini sebesar Rp 1.500.000,-“ (dengan angka)
· Untuk penulisan di dalam data atau grafik , bilangan wajib ditulis dengan angka. Apabila disertai dengan huruf biasanya dibatasi dengan tanda kurung.
Contoh : Rp 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah)
· Untuk penulisan waktu ditulis menggunakan angka dengan format jam.menit.detik , namun untuk detik jarang digunakan dan hanya digunakan pada beberapa materi.

6. Tanda Baca
· Tanda titik ( . )
- Digunakan untuk mengakhiri suatu kalimat.
- Digunakan untuk pemisah gelar ( Contoh : S.H , S.E , S.Pd , dll)
- Dalam beberapa artikel diketahui juga digunakan dalam daftar pustaka yang rujukannya menggunakan sistem rujukan tahun dan halaman.
· Tanda koma ( , )
- Digunakan sebagai jeda dalam pengucapan kalimat.
- Digunakan untuk kata yang dihubungkan dengan kata tetapi atau namun ataupun melainkan (Contoh : Dia anak pintar,tetapi sangat angkuh)
- Digunakan sebagai pemisah bermacam macam kata yang serupa maknanya dalam suatu kalimat (Contoh : Rotinya ada rasa coklat,vanilla,keju,dan mocca)
- Digunakan sebagai pembatas antara kalimat artikel dengan kalimat langsung ( Contoh : Dudi berkata,”Ibu aku mau berangkat ke sekolah”).
· Tanda titik koma ( ; )
- Digunakan untuk memisahkan kalimat kalimat dalam suatu perincian
- Dalam surat keputusan banyak digunakan untuk membatasi kalimat kalimat yang merupakan bagian dari konsideransi dan bagian dari isi putusan itu sendiri.
· Tanda titik dua ( : )
- Digunakan pada kalimat yang mengandung beberapa anggota atau bagian yang diwakilkan dengan kata “ misalnya :” , “contohnya :´, atau “sebagai berikut :”
- Banyak digunakan dalam kalimat berbentuk formula seperti biodata , atau pada surat surat , atau keanggotaan organisasi
(contohnya :
Nama :
Kelas :
Jabatan : )
· Tanda petik ( “ ” )
- Digunakan untuk menunjukkan suatu kalimat unik / kata khiasan yang memiliki arti lain dari kalimat sebenarnya (Contoh : Di dekat rumahku dibangun sekolah “luar biasa” , Hidupnya sebagai “kupu-kupu” malam telah berakhir)
· Tanda strip/hubung ( - )
- Digunakan pada kata yang berulang ulang
- Digunakan sebagai pemisah tanggal-bulan-tahun
- Digunakan sebagai penghubung kalimat dengan angka ( Contoh : Hari ini hari ulang tahunku ke-19)
- Digunakan sebagai penghubung huruf capital ke huruf kecil (diluar hukum huruf capital pada awal kalimat) (Contoh : Hanya kepada-Nya lah kita patut menyembah)
- Digunakan sebagai kalimat jangkauan atau sampai dengan pada jumlah (Contoh : Tugas minggu ini ada pada halaman 20 – 22 )
Berikut beberapa uraian singkat mengenai Ucapan dan Ejaan yang terdapat pada Bahasa Indonesia , mudah mudahan dapat bermanfaat dan menjadi tambahan ilmu baru bagi pembaca untuk dapat lebih memahami lagi cara berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

DIKSI (PILIHAN KATA)

Jika kita menulis atau berbicara, kita itu selalu menggunakan kata. Kata tersebut dibentuk menjadi kelompok kata, klausa, kalimat, paragraph dan akhirnya sebuah wacana.
Di dalam sebuah karangan, diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang tinggi.

Definisi Diksi
Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi atau Plilihan kata mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.

Fungsi Diksi
Fungsi Pilihan kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh keindahan guna menambah daya ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana. Selain itu berfungsi untuk menghaluskan kata dan kalimat agar terasa lebih indah. Dan juga dengan adanya diksi oleh pengarang berfungsi untuk mendukung jalan cerita agar lebih runtut mendeskripsikan tokoh, lebih jelas mendeskripsikan latar waktu, latar tempat, dan latar sosial dalam cerita tersebut.

Manfaat Diksi
1. Dapat membedakan secara cermat kata-kata denitatif dan konotatif, bersinonim dan hapir bersinonim, kata-kata yang mirip dalam ejaannya.
2. Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri fan juga kata yang mengutip dari orang yang terkenal yang belum diterima dimasyarakat. Sehingga dapat menyebabkan kontroversi dalam masyarakat.

Contoh Kalimat Diksi
· Sejak dua tahun yang lalu ia membanting tulang untuk memperoleh kepercayaaan masyarakat
· Dia adalah wanita cantik (denotatif)
· Dia adalah wanita manis (konotatif)
· APBN RI mengalami kenaikan lima belas persen (kata konkrit)
· Kebenaran (kata abstrak) pendapat itu tidak terlalu tampak
Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna :
• Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

1. Makna Leksikal : makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita. Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).
2. Makna Gramatikal : untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “banyak buku”.
3. Makna Referensial dan Nonreferensial : Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial).


3. Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Contoh: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal. Makna konotatif adalah: makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping.

e. Satuan semantic
Seperti pada banyak bentuk bebas yang minimal yang disebut di atas ini, metode ini memilah-milah kalimat ke dalam kesatuan-kesatuan semantiknya yang paling kecil. Tetapi, bahasa sering memuat kata yang mempunyai nilai semantik kecil (dan sering memainkan peran yang lebih gramatikal), atau kesatuan-kesatuan semantik yang adalah kata majemuk.
Dalam prakteknya, para ahli bahasa menggunakan campuran semua metode ini untuk menentukan batas kata dalam kalimat. Namun penggunaan metode ini, definisi persis kata sering masih sangat sukar ditangkap.

Struktur Leksikal
Struktur leksikal adalah bermacam-macam relasi semantic yang terdapat pada kata.
Struktur leksikal , antara lain ; sinonim, polisemi, homonym, hiponim, dan antonym.

a. Sinonim ; memilki makna yang sama.
Contoh Sinonim :
- binatang = fauna
- bohong = dusta
- haus = dahaga
- pakaian = baju
- bertemu = berjumpa
- buruk = jelek
- bunga = kembang
- mati = wafat
- hulubalang = komandan
- aku = saya
- melihat = melirik

b. Polisemi ; suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh Polisemi :
Misalnya : “ Kepala”
- Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala
sekolah smp kroto emas (kepala berarti pimpinan).
- Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus (kepala
berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).
- Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng (kepala
berarti individu).

c. Homonin ; kata yang bentuk penulisan dan pengucapannya sama tetapi artinya berbeda.
Contoh Homonimi :
Misalnya, antara kata bisa yang berarti ‘ racun ular’ dan kata bisa yang berarti ‘ sanggup’.

d. Hiponim ; relasi antar kata yang yang berwujud ats-bawah , atau dalam suatu makna terkandung sejumlah makna yang lain.

e. Antonim ; makna yang wujud logisnya sangat berbedda dan betentangan.
Contoh Antonimi :
- Kata hidup dan mati
- Kata besar dan kecil
- Kata suami dan istri
- Kata keras dan lembek
- Kata naik dan turun
- Kata kaya dan miskin
- Kata surga dan neraka
- Kata laki-laki dan perempuan
- Kata atas dan bawah

KALIMAT EFEKTIF, CIRI – CIRI, DAN CONTOH KALIMAT EFEKTIF

Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. Disini, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu :

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah dan ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa :

1. Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat-syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca. (Rahayu: 2007)
2. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat. (Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan:2001)
3. Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca. (Arifin: 1989)
4. Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca. (Nasucha, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009)
5. Kalimat efektif di pahami sebagai sebuah kalimat yang dapat membantu menjelaskan sesuatu persoalan secara lebih singkat jelas padat dan mudah di mengerti serta di artikan. (ARIF HP: 2013)
Dari beberapa uraian di atas dapat diambil kata kunci dari definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif :
1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.

Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.
• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?
• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.
• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.


5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;
Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.
Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.


sumber:

http://trideaps.blogspot.co.id/2014/10/ucapan-dan-ejaan-dalam-bahasa-indonesia.html

http://teorikux.blogspot.co.id/2013/10/diksi-pilihan-kata.html

https://taufikhidayatzein.wordpress.com/2013/11/05/kalimat-efektif-ciri-ciri-dan-contoh-kalimat-efektif/

http://xxx-myzoners.blogspot.co.id/2013/01/pilihan-kata-diksi.html

Rabu, 07 Oktober 2015

Tugas Bahasa Indonesia 1

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA




  • Pengertian Bahasa
Bahasa (dari bahasa Sanskerta भाषा, bhāṣā) adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh, dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, dan sebuah bahasa adalah contoh spesifik dari sistem tersebut. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik. Menurut para ahli bahasa adalah:
1. Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3) bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
2. Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
3. Pengertian Bahasa menurut Plato bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut.
4. Pengertian bahsa menurut Bill Adams bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks inter-subjektif.
5. Pengertian bahasa menurut Wittgenstein bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang di gunakan di Indonesia.
  • Aspek Bahasa 
Ada beberapa aspek dalam bahasa yaitu aspek fisik dan aspek sosial


Aspek Fisik Bahasa : Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa bahasa merupakan Basaha merupakan suatu bentuk alat komunikasi manusia yangberupa lambang bunyi melalui alat ucap, dimana setiap suara yang dikeluarkannya memiliki arti. Maka yang dimaksud aspek fifik bahasa pada dasrnya mencakup tiga aspek. Pertama, bagaimana bunyi itu dihasilkan (aspek produksi). Kedua, Bagaimana ciri – ciri bunyi bahasa yang diujarkan (aspek akustis). Ketiga, bagaimana bunyi bahasa itu dipahami melalui indra pendengaran (aspek persepsi bunyi bahasa).


Untuk menghasilkan bunyi bahasa yang benar diperlukan alat bicara yang normal, keterampilan dan kemampuan organ alat bicara dalam melakukan artikulasi, serta kemampuan mengatur pernapasan. Perubahan proses produksi bunyi menghasilkan perubahan kualitas bunyi (aspek produksi). Sebagai akibat proses artikulasi yang berbeda pada bahasa – bahasa di dunia ini, bunyi – bunyi bahasa yang dihasilkan berbagai bahasa itu pun berbeda (aspek akustis). Indra pendengaran mampu menangkap dan memahami rangkaian bunyi vokal dan konsonan yang membentuk sebuah tuturan, cepat lambat tuturan, dan nada tuturan yang dihasilkan oleh seorang penutur(aspek presepsi bunyi suara).


Aspek Sosial Bahasa : Bahasa mempunyai variasi dan memiliki ragam. Di dalam lingkungan masyarakat, ada bahasa yang digunakan dan memperlihatkan ciri keakraban atau keintiman. Bahasa yang ditandai bentuk dan pilihan kata akrab seperti gue, loe, bete. Berikut termasuk ke dalam ragam intim. Ragam berikutnya dikenal sebagai ragam konsultatif, yang merupakan ragam bahasa yang digunakan pada saat guru mengajar di kelas. Cirinya berbeda dengan ragam formal atau resmi. Ragam lain adalah bahasa yang ditandai ujaran – ujaran baku dan beku sebagaimana yang terdengar dalam acara ritual dan seremonial.
  • Fungsi bahasa:
1) Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2) Mewujudkan Seni. Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni khususnya dalam hal sastra. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3) Mempelajari bahasa kuno. Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal.
4) Mengeksploitasi IPTEK. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.

RAGAM DAN LARAS BAHASA
  • Pengertian Ragam dan Laras Bahasa 
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Laras Bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaianya.dalam hal ini kita mengenal iklan, laras ilmiah,laras populer,laras featue,laras komik,laras sastra, yang masih dapat di bagi atas laras cerpen, laras puisi,laras novel, dan sebagainya.
  • Hal-hal Yang Berhubungan Dengan Ragam dan Laras 
Yaitu bisa dibagi 3 berdasarkan media,cara pandang penutur, dan topik pembicaraan.
1. Ragam bahasa berdasarkan media
a. Ragam bahasa Media (Lisan)
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

Pembicara lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicara lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa dituliskan, ragam bahasa itu tidak bisa disebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukan cir-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dengan tulisan, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing adapun ciri dari keduanya:

Ciri-ciri ragam lisan:
· Memerlukan orang kedua/teman bicara.
· Tergantung kondisi, ruang, dan waktu.
· Tidak harus memperhatikan gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
· Berlangsung cepat

b. Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulisan makna kalimat yang diungkapkan nya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalomat. Oleh karrena itu, penggunaan ragam baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk katadan struktur kalimat, serta kelengkapaan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.

Ciri-ciri ragam tulis:
1. Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2. Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3. Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4. Berlangsung lambat;
5. Selalu memakai alat bantu;
6. Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7. Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

Contohnya: “Saya sudah membaca buku itu”.

Perbedaan antara ragam lisan dan tulisan (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata ) :

Tata Bahasa :
a. Ragam Bahasa lisan
1) Nia sedang baca surat kabar.
2) Ari mau nulis surat.
3) Tapi kau tak boleh menolak lamaran itu.

b. Ragam bahasa tulisan.
1) Nia sedang membaca surat kabar.
2) Ari mau menulis surat.
3) Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.

Kosa kata :
a. Ragam bahasa lisan
1) Ariani bilang kalau kita harus belajar.
2) Kita harus bikin karya tulis.
3) Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak

b. Ragam bahasa tulisan
1) Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar.
2) Kita harus membuat karya tulis.
3) Rasanya masih telalu muda bagi saya, Pak.

2.Ragam bahasa Indonesia dari cara pandang penutur.Berdasarkan cara pandang penutur, ragam bahasa indonesia terdiri dari ragam dialek, ragam terpelajar, ragam resmi dan ragam tak resmi.
Contoh:
Ragam dialek : “Gue udah baca itu buku ”
Ragam terpelajar : “Saya sudah membaca buku itu”
Ragam resmi : “Saya sudah mmbaca buku itu”
Ragam tak resmi : “Saya sudah baca buku itu”

3.Ragam bahasa Indonesia menurut topik pembicaraan.Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari ragam bahasa ilmiah, ragam hukum, ragam bisnis, ragam agama, ragam sosial, ragam kedokteran dan ragam sastra.
Ragam hukum : Dia dihukum karena melakukan tindak pidana.
Ragam bisnis : Setiap pembelian diatas nilai tertentu akan diberikan diskon.
Ragam sastra : Cerita itu menggunakan Flashback.
Ragam kedokteran: Anak itu menderita penyakit kuorsior

  • Pendapat Tentang Ragam Bahasa di Indonesia 
Pendapat saya tentang ragam bahasa di indonesia adalah Penggunaan bahasa baku ketika anda menulis sebuah pesan atau surat kepada seseorang yang “PENTING” atau lamaran pekerjaan. Tetapi berbeda jika anda berbicara dengan salah seorang teman, anda biasanya menggunakan bahasa gaul atau bahasa santai.


sumber:
http://melyanaaprilia.blogspot.com/2013/01/ragam-dan-laras-bahasa.html
http://sekapursirihpunya.blogspot.com/2013/05/contoh-makalah-ragam-bahasa.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Laras_bahasa

Senin, 27 April 2015

Interaksi manusia dan komputer

Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik. Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan
Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.

Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :
  1. Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.
  2. Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.
  3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering diuji, sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :
  1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
  2. Metode implementasi antarmuka.
  3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
  4. Pengembangan antarmuka baru.
  5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.


Contoh

dalam interaksi manusia dengan komputer terdapat beberapa panca indera digunakan untuk dapat berinteraksi----: Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara. Sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya - rona, briteness, kontras - telinga mampu penginderaan array yang luas dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan, dan pitch. Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, atau gagasan abstrak. Paling sering, suara-sebagai-informasi ada sebagai pidato atau musik, dan memang ini akan terus di Internet. Audio konten juga umumnya dihasilkan oleh mesin untuk menyampaikan informasi, dan penggunaan ini juga akan terus di Internet.
Contoh: Dalam sebuah rumah sakit, suara Mengenal dari elektrokardiograf (EKG) berbunyi 'bip' dalam irama ke jantung; pager alert wanita di sebuah sudut jalan, telegraf memancarkan klik merata-spasi dalam kode Morse. Semua ini adalah contoh menampilkan pendengaran, suara yang dibuat oleh sebuah mesin dalam rangka berhubungan informasi. Di zaman ketika bahasa telah menjadi bentuk komunikasi dominan, suara memainkan peran penting dalam hidup kita.

Media antarmuka manusia dan komputer

  • Media Tekstual
Adalah ”bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik”. Salah satu contoh antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalahreadln dan writeln.
  • Media GUI (Graphical User Interface)
Adalah ”bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif”. Contoh antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual BasicVisual FoxproDelphi dan lain-lain).

Tujuan interaksi manusia dengan komputer

  • Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia & komputer :
untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).
  • Sebagai contoh, misalnya sebuah komputer lengkap dipasang pada sebuah tempat yang tidak nyaman bagi seorang pengguna yang menggunakan. Atau keyboard yang digunakan pada komputer tersebut tombol-tombolnya keras sehingga susah untuk mengetik sesuatu. 
Contoh-contoh diatas merupakan beberapa hal mengapa kita membutuhkan mempelajari Interaksi Manusia dan Komputer.
Kita butuh Interaksi manusia komputer adalah agar kita lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. serta dapat membuat waktu pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam membuat suatu pekerjaan.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer

Analisa Blog Muhammad Faruqi

Analisa blog

Assalamualaikum Wr Wb, Kali ini saya diberi tugas membahas analisis blog yang saya sendiri. Analisis blog imi saya buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Softskill. Analisa blog ini saya buat berdasarkan 6 segi kategori yaitu:

·         Segi psikologis
·         Segi ekonomi
·         Segi sosiologi
·         Sesgi desain
·         Segi bisnis

Segi psikologi
Untuk segi psikologi saya rasa banyak yang melihat dari aplikasi, warna dan templatenya cukup baik dan bagus untuk dilihat oleh para pengunjung yang visit ke blog saya. Kemudian dari segi tulisan sangat mudah di baca dan dilihat oleh para visitor. Dan saya juga mengganti address saya yang semua www.muhammadfaruqi1933.blogspot.com menjadi muhammadfaruqi1933.co.vu

Segi ekonomi
Jika saya lihat dari segi ekonomi, mungkin blog ini masih belum/kurang peminat untuk membacanya jadi masih agak kurang dari segi ekonomi, mungkin karena blog ini tidak ada biaya masuknya/loginnya.

Segi Sosiologi
Dari segi sosiologi saya rasa blog ini tidak mengandung unsur sara karena saya membuat blog ini hanya untuk kebutuhan seperti tugas dari para dosen.

Segi Desain
Lalu dari segi desain saya menilai blog ini sudah rapih dan baik untuk para pengunjung/pembaca yang ini visit ke blog saya. Dimulai dari kata kata mutiara yang saya tulis hingga animasi bergerak yang saya buat. Dan ada translatenya juga

Segi Bisnis
Dari segi bisnis mungkin saya tidak mencantumkan bisnis saya yang dulu sehingga blog yang saya buat masih belum ada dari segi bisnisnya. Mungkin untuk kedepannya saya akan menambahkan link untuk mempermudah saya berjualan.
Mungkin hanya itu analisis yang saya buat tentang analisa blog saya, kurang lebihya mohon maaf

Wassalamualaikum Wr Wb

Jumat, 27 Maret 2015

APLIKASI PENGONTROLAN PERALATAN LISTRIK RUMAH BERBASIS SMS

1. Pendahuluan/kasus

Saat ini teknologi Short Message Services (SMS) menjadi sebuah teknologi alternatif, sudah banyak aplikasi-aplikasi menggunakan SMS sebagai media komunikasi datanya. Dengan metode seperti ini diharapkan pelanggan menjadi terpenuhi semua kebutuhannya. Banyaknya penggunaan alat kontrol secara otomatis saat ini menunjukan pesatnya perkembangan teknologi. Banyaknya kebutuhan akan alat pengontrolan tersebut dikarenakan banyaknya permintaan dari konsumen sehingga para produsen sangatlah membutuhkan akan alatpengontrolan otomatis tersebut. Berbicara tentang mesin otomatis, maka akan berbicara tentang kontrol.

Kebutuhan akan sistem untuk pengendalian jarak jauh semakin meningkat sejalan dengan era globalisasi dimana perpindahan danpergerakan manusia semakin luas dan cepat. Selama ini masyarakat dapat mengontrol sesuatu dari jarak jauh dengan menggunakan remote control, akan tetapi pengontrolan tersebut terhambat oleh jarak. Apabila jarak antara alat yang dikontrol dengan pengontrol itu melewati jarak toleransinya, maka peralatan tersebut tidak dapat berfungsi sesuai dengan yang diinginkan. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut yaitu menggunakan ponsel sebagai remote control. Dengan memanfaatkan ponselsebagai pengendali jarak jauh batasan jarak dapat diabaikan selama ponsel yang digunakan sebagai pengirim perintah berada di dalam jangkauan operator dari SIM Card yang digunakan. Pemanfaatan ponsel sebagai pengendali peralatan jarak jauh dapat mewujudkan keingina
n manusia untuk mengendalikan peralatan tanpa adanya batasan jarak. Saat ini perkembangan teknologi dibidang ponsel semakin canggih,membuat perusahaan yang menyediakan fasilitas komunikasiponsel di Indonesia semakin gencar memperluas jangkauannya. Maka dibuatlah suatu pengontrolan jarak jauh melalui SMS.

Dalam pembuatan aplikasi ini, perlu diberikan beberapa batasan agar alur pembicaraan tidak terlalu meluas. Batasan-batasan itu antara lain :
1.Pengontrolan peralatan listrik berbasis SMS ini tidak menyediakan arus listrikcadangan apabila aliran listrik padam atauarus listrik mati .

2.Sirkuit hanya dikontrol oleh program dengan operator dan SMS.

3.Pengontrolan program ini bisa dilakukan ke semua alat-alat listrik dirumah seperti (lemari es, tv, pagar remote dll, tetapi peny usun hanya memakai simulasi miniatur rumahyang terdiri dari beberapa led lampu, pagar kontrol dan kipas angin, sebagai bahan percobaan yang mana fungsinya sama untuk digunakan.

2. Isi/teori

AT Command digunakan untuk melakukan komunikasi dengan modem. Ponsel pada dasarnya adalah modem AT Command pun berlaku pada ponsel, dengan menggunakan kabel data yang tersedia pada masing-masing merk ponsel, kita dapat berkomunikasi dengan ponsel melalui komputer. Keuntungan menggunakan perintah AT Command adalah dapat mengotomasikan tugas pada Mobile Phone mulai dari penerimaan sampai dengan pengiriman balasan SMS.Untuk mengotomatisasi tugas pada ponsel, maka diperlukan jugabahasa pemograman yang dapat berkomunikasi dengan port pada komputer.

-Kebutuhan Perangkat Keras

Komponen-komponen yang termasukdalam perangkat keras untuk kebutuhan aplikasi sistem yang dibangun adalah, sebagai berikut :

1.Prosesor P4 2,4 GHz

2.Memory 256 MB

3.Harddisk 40 GB

4.VGA 64 MB

5.Monitor 14”

6.Telepon selular dengan SIM Card-nyasebagai transmitter (pengiriman SMS) dan receiver pesan SMS (penerima SMS) dengan menggunakan SIM Card ProXL.

7.Kabel Data USB WP-SM02 Siemens

8.Mobile Phone Siemens 2128 (Modem)

9.Sirkuit atau Rangkaian Listrik yang terdiri dari 4 LD dimana untuk melengkapi percobaan program

-Kebutuhan Perangkat Lunak

Berdasarkan kebutuhan sistem secara umum, perangkat lunak yang akandi bangun harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut :

1.Mampu mengambil pesan SMS yang tersimpan dalam telepon selular yang berfungsi sebagai gateway.

2.Mampu mengidentifikasi apakah pesan SMS yang masuk berasal dariUser yang telah terdaftar dalam database sistem (sebagai pendukung kemampuan sistem) 5

3.Mampu memproses permintaan usersesuai jenis permintaannya.

4.Mampu memberikan pesan hasil pemrosesan sistem (laporan).

5.Mampu mengirim pesan SMS hasil dari proses sistem melalui gateway.

6.Mampu menyimpan semua data penerimaan dan pengiriman pesan. Komponen-komponen yang termasuk dalam perangkat lunak untuk kebutuhanaplikasi sistem yang dibangun adalah, sebagai berikut :
1.Borland Delphi 6
2.Microsoft Windows XP
3.Protel 99 SE
4.Microsoft Office Access
5.Software Kabel Data USB WP-SM02Siemens



3. Analisa/Kesimpulan dan Saran

-Analisa

Sistem ini digunakan untuk memberikan kemudahan kepada user dimanapun user berada, hanya dengan memanfaatkan telepon selular melalui fasilitas short message service (SMS) dan memberilan proses perintah kerangkaian.

Berdasarkan hasil pengujian dengan kasus uji diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat lunak bebas dari kesalahan sintaks dan secara fungsional mengeluarkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

-Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya sebagai berikut:

1.Aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah melalui SMS sesuai yang diharapkan.

2.Aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah secara automatis berhasil dilakukan.

3.Aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah secara manual berhasil dilakukan.

4.Pada aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah ini sangat bermanfaatkarena dapat mengurangai pemborosan dalam pemakaian peralatan listrik.

5.Pengiriman laporan status sirkuit ke user berhasil dilakukan.

-Saran

Penulis akan memberikan beberapa saran bagi pengembang yang hendak mengembangkan teknologi ini lebih lanjut, yaitu sebagai berikut :

1.Aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah berbasis SMS ini dapat dikembangkan dengan Micro Controller.

2.Aplikasi pengontrolan peralatan listrik rumah berbasis SMS ini hanya membuat simulasi miniatur rumah yang sederhana saja, sehingga dapat di kembangkan sebagai ajuan untuk memberikan tegangan yang lebih besar dan tinggi pada sirkuit.

4. Daftar Pustaka

1.Michel Roger.”LinearData Book”,1976 National SemiConduktor(USA).Ltd.

2.Pressman,Roger.S.”Software Engineering : A Practioner’s  Approach.” 5 th.McGrawHill.2001

3.Pressman Roger S Phd, 2000, Rekayasa Perangkat Lunak,Yogyakarta;Andi

4.Turing, Alan. “Computing Machinery and Intelligence”, 1950


5.Text To Speech Technology. (http://www.mbrola.com)Extreme Programming. (www.extremeprogramming.org

Senin, 09 Maret 2015

Anti Virus Avira

Kelebihan antivirus Free Avira



Avira adalah salah satu antivirus buatan Jerman yang sudah terkenal luas di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Ada dua versi Avira, yakni Avira Free dan Avira Premium. Dari namanya saja tentu anda dapat menebak bahwa yang pertama gratis, yang kedua adalah berbayar. Free Avira 2012 termasuk dalam jajaran antivirus terbaik tahun ini bersanding dengan AVG, Panda, Comodo, Avast dan Ad-Aware menurut situs PCMag.Com. Dikarenakan situs yang mengelompokkan ini adalah situs yang kredibel, tentu saja hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Antivirus yang khas dengan logo payungnya ini memang memiliki standar yang cukup tinggi dalam memeriksa sebuah file.
KELEBIHAN

Avira free antivirus sekarang sudah dilengkapi dengan web protection, hal ini sangat bermanfaat sekali bagi kamu yang terutama suka browsing di internet. Tidak perlu takut lagi komputermu kena virus dari internet karena avira free anti virus telah memastikan perlindungannya terhadap komputermu. Diantara kelebihan avira free antivirus adalah Heuristicnya yang sangat bagus (paling bagus diantara avast dan avg) selain itu avira free antivirus memiliki kemampuan repair yang paling bagus pula diantara avast dan avg. Avira free anivirus juga dilengkapi dengan monitoring tingkah laku pengguna, yakni apa bila kamu melakukan pengubahan pada komputer kamu dan itu berpotensi berbahaya maka avira akan menampilkan peringatan kepada kamu. Sebagai contoh kamu mengotak-atik registry, kemudian tanpa sengaja kamu menghapus file registry yang dibutuhkan oleh windows maka avira akan menampilkan peringatan. Avira juga akan mendeteksi keygen maupun software crack lainnya, karena software crack itu ilegal dan tidak seharusnya kamu menggunakannya.


KEKURANGAN


Diantara kelebihannya yang sangat banyak ternyata avira anti virus juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah selalu menampikan pop up iklan, ini paling tidak saya sukai karena selain memberatkan komputer hal ini juga semakin memperlambat koneksi internet. Setiap kali update pasti selalu ada pop up iklan dari avira agar mencoba versi internet security dari avira. Selain itu avira terkadang juga terlalu over protective, maksudnya file yang bukan virus terkadang juga dianggap virus oleh avira. Termasuk keygen dan software bajakan akan dihapus oleh avira. Kekurangan yang lain adalah apa bila avira tidak berhasil repair suatu file yang terinfeksi maka avira akan memindahkannya ke karantina, hal ini sangat berbahaya apa bila file yang dipindah ke karantina itu merupakan file system windows, apa bila hal ini terjadi maka kamu harus siap-siap instal ulang windows.