Clear OS Klik disini download
Aplikasi Server Klik disini download
Wordpress-3.0.1 Klik disini download
Clear OS
----------
ClearOS diciptakan sebagai Sistem Operasi untuk Router. Linux ClearOS
bersifat gratis untuk versi Enterprise Edition, stabil dan konfigurasi
dapat dilakukan dengan mudah (web-based). Bagi yang sudah berpengalaman
dengan Linux Command, ClearOS dapat dikonfigurasikan lewat console (text
based).
ClearOS tersedia juga dalam versi berbayar dengan beberapa aplikasi
tambahan serta tehnical support online dari pengembang. Feature yang
dapat dikonfigurasikan pada ClearOS adalah Gateway Service, DNS Service,
Content Filtering, Monitoring System, Bandwith Management dan Web
Server.
Implementasi ClearOS sebagai router cocok diaplikasikan pada layanan
koneksi internet seperti Internet Service Provider (ISP) maupun layanan
nirlaba seperti institusi pendidikan tanpa perlu membayar biaya lisensi
seperti yang berlaku pada sistem operasi tertentu. Penulis mencoba
menuangkan sedikit pengalaman selama lebih dari 2 tahun menggunakan
ClearOS yang pada awalnya dikenal dengan nama ClarkConnect.
Aplikasi Server
------------------
Aplikasi server merupakan aplikasi komputer
yang memberikan pelayanan atau melakukan proses pelayanan terhadap setiap
permintaan akses yang dilakukan oleh setiap komputer client yang terhubung
dengan jaringan.
Wordpress-3.0.1
-------------------
Wordpress adalah sebuah nama yang dapat
kita definisikan secara sederhana sebagai sebuah sistem dokumen website
yang dapat dijadikan platform blog, e-commerce, sistem informasi dll.
sistem dokumen ini bersifat free dan open source artinya semua orang
dapat menggunakannya secara bebas dan dapat melakukan pengembangan
terhadapnya.
Kamis, 24 Januari 2013
Rabu, 16 Januari 2013
Instalasi Perangkat Jaringan LAN
Modul dengan judul “Istalasi Perangkat Jarinagn Lokal (LAN)“
merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta
diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian
dari kompetensi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada
Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan.
Modul
ini menguraikan tentang konsep dasar jaringan komputer, persiapan dan
pelaksanaan instalasi perangkat jaringan lokal, dan cara menguji bahwa
jaringan telah beroperasi dengan benar.
Modul
ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang menginstal PC
(hardware), menginstal software, mengoperasikan sistem operasi berbasis
GUI maupun TEXT, dan beberapa modul yang lain.
Instalasi OS Jaringan GUI
Modul dengan judul “Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI (Graphical User Interface)“ merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi bidang keahlian Teknik Komputer dan Jaringan pada Program Keahlian Komputer dan Jaringan.
Modul
ini menguraikan tentang cara menginstalasi sistem operasi komputer yang
terhubung dalam jaringan. Sistem operasi yang akan digunakan adalah
Linux Redhat 9. Keunggulan dari sistem operasi ini diantaranya yakni
free alias gratis, merupakan proyek open source sehingga dapat
didistribusikan, diedit, dicopy dan diisebarluaskan secara gratis, mudah
dalam pengoperasiannya, handal dan termasuk sistem operasi yang populer
dalam sistem operasi jaringan.
BACA SELENGKAPNYA DISINI (KLIK)
Perbaikan dan Setting Ulangan Koneksi Jaringan
Modul dengan judul “Melakukan Perbaikan dan/atauSetting Ulang Koneksi Jaringan“ merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi bidang keahlian Teknik Komputer dan Informatika pada Program Keahlian Komputer dan Jaringan.
Modul
ini menguraikan tentang cara melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan. Pembahasan akan dimulai dari mempersiapkan perbaikan
konektivitas jaringan pada komputer yang bermasalah yang dilanjutkan
dengan bagaimana cara memperbaiki konektifitas jaringan pada komputer
yang bermasalah dan ditutup dengan melakukan pemeriksaan, pengujian dan
pembuatan laporan dari hasil pekerjaan yang telah dilakukan. Kompetensi
ini sangat dibutuhkan bagi tenaga ahli di bidang jaringan komputer
karena dalam kenyataannya mereka akan selalu dihadapkan permasalahan
ini.
Modul
ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang mengoperasikan
komputer dan modul mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang
tersambung jaringan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan modul ini
peserta diklat diwajibkan telah mengambil modulmodul tersebut
Instalasi OS Jaringan TEXT
Modul dengan judul “Mengistalasi Sistem Operasi Berbasis TEXT“ merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Program Keahlian Teknik Teknik Komputer dan Jaringan.
Modul
ini menguraikan tentang cara menginstal sistem operasi yang berbasis
TEXT. Pada modul ini dipilih sistem operasi windows LINUX mewakili
sistem operasi berbasis TEXT. Keunggulan LINUX dibandingkan sistem
operasi lain sangat banyak, dua hal yang paling penting adalah bersifat
free (gratis siapapun boleh memakainya tanpa harus bayar untuk lisensi)
dan bersifat open source (code boleh diambil dan dikembangkan oleh siapa
pun). Hal ini menjadikan linux berkembang sangat pesan, dan sangat
mungkin nantinya user akan berpindah padanya.
BACA SELENGKAPNYA DISINI (KLIK)
Sabtu, 12 Januari 2013
Diagnosis Permasalahan Pada Jaringan LAN
BAB II
PEMELAJARAN
A.
RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi :
Jaringan Komputer
Sub Kompetensi : Menguasai diagnosis permasalahan Pada
Jaringan LAN
Jenis Kegiatan
|
Tanggal
|
Waktu
|
Tempat Belajar
|
Alasan Perubahan
|
Tanda Tangan Guru
|
Mengidentifikasi masalah fungsionalitas
jaringan pada perangkat melalui gejala yang muncul pada Jaringan
LAN
|
|||||
Memilah masalah berdasarkan kelompoknya pada Jaringan LAN
|
|||||
Mengisolasi permasalahan pada Jaringan LAN
|
B.
KEGIATAN BELAJAR
1.
Kegiatan Belajar 1: Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas
Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul

a.
Tujuan
Kegiatan Pemelajaran
1)
Peserta
diklat mampu mengetahui jenis-jenis gangguan pada perangkat jaringan.
2)
Peserta
diklat mampu mengetetahui Performance
dan kondisi perangkat yang terhubung jaringan.
b.
Uraian
Materi 1
Mendiagnosis permasalahan perangkat
yang tersambung jaringan merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh
administrator jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang
tinggi agar di dapat hasil yang baik.
Komputer yang terhubung jaringan
sering kali mengalami gangguan maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengguna komputer yang
terhubung dalam sistem jaringan.
Jaringan komputer sangat rawan
terhadap ganguan atau kerusakan dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat
menyebabkan terjadi ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1)
Tegangan
Listrik
Tegangan listrik dapat
menyebabkan ganguan apabila tegangan yang dihasilkan tidak stabil, sering
terjadi naik dan turun atau mati mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat
mempengaruhi dikarenakan semua peralatan yang
kita gunakan bersumber pada listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak
baik atau tidak stabil, dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah
rusak. Komputer yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber listrik
mati dapat menyebabkan komputer yang kita gunakan akan cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan
apabila terjadi kerusakan pada komputer workstation
maupun di komputer server.
2)
Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati
atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan disebabkan oleh korosi
(berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi dikarenakan ruang atau tempat
jaringan yang lembab dan juga pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya
perawatan yang berkala.
Dalam sistem jaringan LAN sering kita
menyebut permasalahan yang menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu
disebut jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan
sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau
tidak bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga
jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down dalam jaringan komputer LAN berbeda
dengan Down pada jaringan Warnet
(warung Internet). Down pada jaringan
LAN disebabkan sistem dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya
peralatan maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya
pengaruh dari jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider
(jasa pelayanan akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line telphon yang penuh sehingga menyebabkan
akses ke internet tidak dapat dilakukan.
Down
dalam jaringan LAN
lebih mudah penanganannya apabila dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down
dalam jaringan LAN lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui
indikator-indikator yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut
memberikan isarat jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing masing komponen
dapat diuraikan sebagai berikut:
a)
Server
Server
adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk penyimpanan data atau system
operasi berbasis network (Network Operating System), berisikan
daftar user yang diperbolehkan masuk
ke server tersebut. Jadi apabila
komputer server mengalami kerusakan
atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai
pusat jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat berfungsi
berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
b)
Workstation
Workstation
adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer
tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut dapat
berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila
terjadi kerusakan pada komputer workstation
berarti komputer yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak
dapat berkomunikasi dengan komputer
server maupun komputer lain dalam jaringan tersebut.
c)
Hub/switch
Hub/switch
merupakan terminal atau pembagi signal data bagi kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami
kerusakan berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk
berkomunikasi antar workstation atau
komputer workstation dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada
Hub dapat dilihat pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing
masing workstation. Apabila lampu
indikator power Hub/switch mati
berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan
bahwa komputer workstation sedang
tidak aktif (tidak hidup) atau ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Gambar
1. Switch
Gambar 2. Hub
a)
Network
Interface Card (Kartu jaringan)
Sebuah kartu
jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah komputer server maupun workstation sehingga
komputer dapat dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan
atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer tersebut tidak dapat
masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang dapat dilihat dalam kerusakan kartu
jaringan adalah matinya lampu indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan
lampu indikator di Hub/switch saat
komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari kartu jaringan dan hub/switch
telah baik.
Gambar
3. Kartu Jaringan (LAN Card) PCI dengan Konektor RJ45
a)
Kabel
dan konektor
Kabel dan
konektor merupakan media penghubung antara komputer dengan komputer lain atau
dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan
konektor untuk membuat jaringan LAN yang
banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
(1) Jenis kabel serat optik menggunakan
konektor SC dan ST. Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat
optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara khusus untuk perawatan jaringan.
Gambar
5. Kabel Jenis Serat Optik
Gambar 6. Konektor untuk Kabel Jenis Serat Optik
(2) Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45.
Gangguan atau kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang salah dan kabel
putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu indikator yang tidak hidup pada
kartu jaringan atau pada Hub/switch. Jaringan
menggunakan kabel UTP kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan
terpasang menggunakan topologi star, workstation terpasang secara paralel
dengan menggunakan swicth/hub.
Sehingga yang terjadi gangguan hanya pada workstation
yang kabelnya mengalami gangguan saja.
Gambar 7.
Kabel Jenis UTP (Unshielded Twist Pair) dan
Penampangnya
Gambar
8.Konektor RJ45 untuk Kabel Jenis UTP
(3) Jenis
kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxial memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis
kabel lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang longgar (tidak
konek), kabel short dan kabel terbuka resistor pada terminating conector. Short pada
pemasangan kabel dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan down dan komunikasi antar komputer
berhenti.


Gambar 9.
Kabel Jenis Coaxial
Gambar 10. a.
Konektor BNC; b. Terminator BNC;
c. T BNC
Dalam sistem jaringan LAN komponen satu dengan
yang lainnya adalah saling berkaitan dan berhubungan, maka dalam proses
diagnosa kerusakan pada jaringan harus dilakukan
dengan
terstruktur dan sistematis. Hal ini untuk mempermudah dalam proses perbaikan
jaringan. Selain perbaikan perlu juga dilakukan perawatan jaringan agar kondisi
jaringan optimal dan normal. Jangan sampai melakukan perawatan jika terjadi
kerusakan saja, karena dengan melakukan perawatan secara berkala biaya yang
dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan melakukan perawatan saat terjadi
kerusakan saja. Kinerja jaringan yang tidak terawat menyebabkan komunikasi data
menjadi lambat.
a.
Rangkuman
1
Mendiagnosa
permasalahan yang terjadi pada jaringan dilakukan untuk mengetahui
bagian-bagian jaringan yang kemungkinan mengalami kerusakan atau gangguan.
Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan secara hardware maupun secara software
dengan indikasi-indikasi yang dapat diamati. Untuk mendapatkan jaringan
komputer yang baik dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara
berkala. Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung
jaringan dan kondisi jaringan dalam berkomunikasi data. Dengan perawatan yang
berkala diharapkan sistem jaringan tersebut akan selalu dalam kondisi yang
terjaga dengan baik dan bekerja secara normal.
b.
Tugas
1
1)
Perhatikan
dan catatlah kondisi peralatan yang digunakan dalam jaringan pada saat jaringan
bekerja secara normal!
2)
Periksa
dan catatlah secara hardware dengan mengindikasikan
bahwa jaringan tersebut sudah dapat bekerja dengan baik serta alasannya!
3)
Periksa
dan catatlah jenis topologi fisik jaringan yang digunakan dalam laboratorium
anda, jenis kabel dan alasan menggunakan jenis tersebut!
c.
Tes
Formatif 1
1)
Sebutkan
peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun sebuah jaringan beserta
fungsinya masing-masing dalam jaringan tersebut!
2)
Sebutkan
dan jelaskan topologi fisik jaringan yang ada minimal 2 buah serta keuntungan
dan kerugiannya!
3)
Dalam
Jaringan apakah perlu dilakukan perawatan? Kalau perlu berapa jangka waktu perawatannya?
Mengapa harus dilakukan perawatan? Pada bagian
apa saja?
d.
Kunci
Jawaban Formatif 1
1) Peralatan vital yang harus dimiliki
untuk membangun sebuah jaringan beserta fungsinya masing-masing dalam jaringan
tersebut adalah:
a) Komputer Sever
Fungsi komputer Server adalah sebagai pusat data sebagai pintu masuk ke dalam
sistem jaringan dan berisikan daftar user
yang diperbolehkan masuk ke server atau
kedalam sistem jaringan tersebut.
b) Komputer workstation (client)
Komputer client berfungsi memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan komputer
tersebut dengan komputer lain atau komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut
dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya.
c) HUB/switch
Hub/switch
berfungsi sebagai
terminal atau pembagi sinyal data bagi kartu jaringan (Network Card).
d) Kartu
jaringan NIC
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang
terpasang pada sebuah komputer server maupun client berfungsi sebagai media
untuk penghubung sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam sistem jaringan
e) Kabel dan
Konektor
Kabel dan konektor berfungsi sebagai
media penghubung antara komputer client dengan komputer client yang lain atau
dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.
2) Topologi
fisik jaringan yang digunakan beserta keuntungan dan kerugiannya adalah:
a)
Topologi
Bus atau Linier
Merupakan topologi fisik yang
menggunakan kabel Coaxial dengan
menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm pada ujung jaringan. Topologi
bus menggunakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel
terdapat node-node.
Keuntungannya adalah biaya yang
murah, instalasi sederhana. Tidak memerlukan Hub/Switch.
Kerugiannya adalah karena sinyal 2
arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision
(tabrakan data atau tercampurnya data)sangat besar, jika terjadi putus atau
longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus dilakukan
satu persatu.
b)
Topologi
Ring
Adalah topoligi fisik yang tertutup
sehingga informasi dan data disalurkan dalam
satu arah yang
membentuh lingkaran tertutup
sehingga mengesankan cincin tanpa
ujung.
Keuntungannya adalah: layout
instalasi yang sederhana, Tidak memerlukan Hub/Switch,
tidak terjadi collision (tabrakan
data atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi
putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan
berhenti, pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama karena harus
dilakukan satu persatu.
c)
Topologi
Star
Topologi Star adalah topologi setiap node
akan menuju node pusat/sentral sebagai konselor.
Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah
dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut
yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
Kerugian: memerlukan biaya tambahan
karena membutuhkan Hub/switch sebagai
pusat node (node sentral)
d)
Topologi
Hybrid
Topologi
Hybrid merupakan gabungan atau
kombinasi dari dua atau lebih topologi jaringan lainnya. Topologi Hybrid sering juga disebut Tree topology.
Keuntungan
dan keruguan adalah sama dengan jenis topologi yang digunakan dari
masing-masing gabungan topologi tersebut.
3) Jaringan
sangat perlu dilakukan perawatan. Perawatan
harus dilakukan secara berkala dan dilakukan pengecekan setiap minggu serta
pada saat terjadi gangguan. Perawatan perlu untuk mendapatkan kinerja jaringan
yang optimal dan selalu dalam kondisi yang normal. Bagian yang memerlukan
perawatan adalah seluruh komponen jaringan baik secara hardware maupun secara software.
e.
Lembar
Kerja 1
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah
terinstali sistem operasi jaringan sebagai server,
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi sebagai workstation
(client), Network Interface card (kartu jaringan) yang telah terpasang pada
komputer server maupun workstation kabel UTP untuk
menghubungkan komputer server dengan
komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping tooll)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1)
Berdo’alah
sebelum memulai kegiatan belajar.
2)
Gunakan
alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh
(tersengat listrik)
3)
Bacalah
dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
4)
Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5)
Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terkoneksi dengan baik.
6)
Jangan
meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).
7)
Jangan
meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8)
Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9)
Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1)
Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang
aman.
2)
Periksa
bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada komputer server maupun workstation (client).
3)
Periksa
semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (tidak longgar) pada komputer server dan workstation (client).
4)
Periksa
kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
dan komputer workstation (client) ke switch/hub.
5)
Hidupkan
komputer server dan masuklah sebagai admin
(root) dengan user name dan pasword
admin.
6)
Hidupkan
Komputer client.
7)
Periksa
setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan client.
8)
Cek
koneksi antar komputer workstation (client)
maupun komputer server dengan workstation (client).
9)
Matikan
komputer dengan benar.
10)
Rapikan
dan bersihkan tempat praktek
2.
Kegiatan
Belajar 2: Memilah Masalah Berdasarkan
Kelompoknya
a.
Tujuan
Kegiatan Pemelajaran
1)
Peserta diklat mampu mengklasifikasi permasalahan pada
pengoperasian LAN
2)
Peserta
diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis permasalahan yang ada pada hardware.
3)
Peserta
diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis permasalahan yang ada pada software.
b.
Uraian
Materi 2
Permasalahan
yang sering muncul baik dalam pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan LAN
komputer secara garis besar dapat dibagi atas:
·
Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware mencakup seluruh komponen
jaringan antara lain mencakup server,
workstation
(client), Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan
tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya.
·
Kesalahan software
Kesalahan bagian software
berhubungan dengan kesalahan bagaimana setting dan konfigurasi jaringan
yang berkaitan dengan system operasi baik pada komputer server maupun komputer workstation (client) yang
digunakan, jenis protokol yang dipakai serta topologi jaringan.
1)
Kerusakan
atau kesalahan Hardware
Kerusakan
atau kesalahan hardware yang sering
terjadi adalah pada Network Interface
Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor. Kerusakan atau kesalahan
pada Jaringan sering disebabkan oleh koneksi (hubungan) yang tidak baik antar
komponen dan tidak berfungsinya komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.
a) Network Interface Card (kartu
jaringan)
Secara
fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah atkif atau tidak
aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang terdapat dalam Kartu jaringan
tersebut saat komputer hidup dan kartu jaringan telah dihubungkan dengan kabel
jaringan maka lampu indikator harus sudah menyala. Apabila belum menyala
berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada kartu jaringan tersebut.
Secara software untuk mengetahui bahwa kartu
jaringan telah bekerja atau aktif dapat dilihat pada :
(1) Klik Start > setting >klik Control
Panel
(2) Pilih icon system
double klik pilih menu Device
Manager
Disana
dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum. Bila
sudah dikenal maka kartu jaringan komputer dapat bekerja atau aktif.
Gambar 11. Komputer yang Telah Mengenal Kartu
Jaringannya Contoh: SIS 900 PCI.
b) Pengkabelan dan Konektor
Pemilihan
media komunikasi menggunakan kabel sebagai penghubung antar komputer memang
merupakan media yang cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF
(radio frekuensi), IR (Infra Red)
atau jalur telephone karena murah, mudah dan mempunyai kecepatan data yang
cukup tinggi. Tetapi kesalahan dalam
aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu sendiri, serta layout atau topologi
jaringan seringkali mengganggu dalam system jaringan kabel.
(1) Untuk
Pengunaan kabel thin coax
Seperti dalam gambar
berikut permasalahan yang sering terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti
dalam gambar:
Gambar 12. Permasalahan pada Kabel Jenis Thin Coax.
Keterangan
Gambar:
1. Kabel
Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam
jaringan yang menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
2. Konektor
longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu
jaringan dengan konektor kabel.
3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa
telah terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
4. Resistor pada
terminating Connector
5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
6. Longgar
pada male connector
Untuk kasus
nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan
system jaringan akan mengalami down (komunikasi
antar komputer berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi pada workstation
(client) yang bersangkutan saja yang berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka menyebabkan
jaringan akan down juga.
(2) Untuk
Pengunaan kabel thick coax
Untuk jenis
penggunaan kabel thick coax sama
dengan jenis kabel thin coax karena
menggunakan jenis topologi jaringan yang sama seperti dalam gambar berikut:
Gambar
13. Permasalahan pada Kabel Jenis Thick Coax.
(3) Untuk
Penggunaan kabel UTP
Untuk kabel
UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit, karena jaringan model ini relatif
sedikit, karena jaringan model ini menggunakan topologi star, dimana workstation
(client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub. Sehingga
pengecekan kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti dalam
gambar berikut:
Gambar
14. Permasalahan pada Kabel Jenis UTP.
Keterangan
gambar:
1. Konektor
longgar (tidak terhubung)
2. Kabel short
3. Kabel
terbuka (open)
Untuk
mengecek kabel yang terbuka (open) dan
kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes
ujung-ujung kabel.
1)
Software
Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada umumnya bisa
dikelompokkan atas:
a) Kesalahan
setting konfigurasi jaringan
Kesalahan
setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan model
ISA karena kita harus menentukan :
(1) Alamat port I/O
(2) Nomor Interupt
(3) Direct Memory Access Request line
(1) Buffer memory Address
Berbeda
dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang menggunakan model PCI tidak perlu
mengeset karena secara otomatis telah tersedia.
b) Kesalahan Protocol yang digunakan
Hal
ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot ISA karena penentuan
harus dilakukan secara manual. Apabila kita menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut jarang terjadi
apabila kita telah menginstall driver dengan benar.
c) Kesalahan pengalamatan
IP.
Setiap
komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga
tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan
identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data, jika
terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan
karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut.
d) Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer
Penentuan
antara komputer server dan komputer client harus jelas untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan
peer to peer tidak ada penentuan client dan
server.
e) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi
sedang tidak aktif atau kita belum melakukan file and print sharing.
f) Kesalahan Security System
Kesalahan
pemasukan password pada saat kita
masuk dalam jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena
kesalahan pengamanan (password).
g) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
Kerusakan
file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan atau
menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif).
Untuk dapat
melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat
dilakukan dengan setting ulang software sesuai
dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa kasus yang sering
disebabkan oleh sistem operasi networking:
- Tidak bisa Login dalam jaringan
Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat mengakses jaringan
secara keseluruhan.
- Tidak bisa
menemukan komputer lain pada daftar network
neighborhood. Apabila secara hardware
dan software tidak ada masalah
komputer harus dilakukan restart
untuk menyimpan semua data yang telah kita update
ke sistem operasi.
- Tidak bisa sharing files atau printer.
Sharing file atau
printer adalah membuka akses agar komputer lain dapat mengakses atau melihat
data kita. Tidak dapat sharing file atau
printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan klik
kanan share.
- Tidak bisa
install network adapter.
Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang tidak sesuai
antara driver dengan kartu
jaringannya atau pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard sehingga komputer tidak dapat
mengenal kartu jaringan tersebut.
Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada
kartu jaringan apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah
terinstall dengan driver bawaannya.
- Komputer
lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer
kita padahal komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena kita
belum melakukan sharing data atau sharing printer.
Kasus-kasus
tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahan-kesalahan software pada saat setting Kartu
jaringan. Setting kartu jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar
komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer tersebut tidak
dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan kesalahan harus dilakukan satu
persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada
jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroupnya dan sebagainya.
b.
Rangkuman
2
Permasalahan
muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah pemasangan jaringan
LAN komputer secara garis besar dapat dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan software.
Kerusakan
atau kesalahan pada bagian hardware pada
sistem jaringan yang sering dialami
adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor,
serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch, router, dan
sebagainya. Untuk pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel
terbuka (open), kabel short dan konektor longgar.
Kesalahan
bagian software berhubungan dengan
kesalahan setting dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer
client yang digunakan, jenis protokol yang
dipakai jaringan dan workgroup yang
digunakan.
c.
Tugas
2
- Periksa dan
catat jenis kartu jaringan yang digunakan pada client dan server serta
jenis kabel yang digunakan dalam jaringan tersebut
- Periksa dan
catatlah seting konfigurasi jaringan yang digunakan dalam praktik tersebut!
- Lakukan
konfigurasi ulang pada kartu jaringan di komputer client anda pada nomor TCP/IP
yang berbeda catat hasilnya! Apakah masih dapat berkomunikasi komputer lain?
Kenapa?
d.
Tes
Formatif 2
1) Apakah ada
kesamaan dan perbedaan fungsi antara HUB, Repeater,
Bridge, dan Router dalam jaringan?
2) Apa yang dimaksud dengan protokol
dalam jaringan IPX dan TCP/IP?
3) Apa yang
dimaksud dengan jaringan peer to peer dan
peer to server (client server) apa keuntungan dari masing-masing ?
e.
Kunci
Jawaban Formatif 2
1) Kesamaan
antara HUB, Repeater, Bridge dan Router dalam jaringan adalah sebagai penghubung antar komputer agar
dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya:
Perbedaan antara HUB, Repeater,
Bridge dan Router dalam jaringan adalah:
Hub adalah
sebagai pembagi sinyal data dari Kartu Jaringan (Network Interface card) dan sekaligus untuk penguat sinyal dalam
satu jaringan.
Repeater adalah
penguat sinyal. Sinyal yang diterima dari segmen jaringan satu ke segmen
jaringan yang lain yang diharapkan sinyal yang diterima akan sama kuatnya
dengan sinyal yang dipancarkan. Dengan pemasangan repeater ini diharapkan dapat
memperluas dua buah jaringan komputer.
Bridge digunakan
untuk menghubungkan dua buah LAN dan mengirim atau menungkin paket data dari
satu LAN ke LAN yang lain. Sebuah bridge menyediakan sambungan antar dua tipe
LAN yang sama. Dengan pemasangan bridge
dapat memperluas jaringan LAN, sehingga semua segmen yang saling berhubungan
satu sama lainnya menjadi bagian dari LAN yang lebih besar
Router memiliki
kemampuan untuk melewatkan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang
memungkinkan banyak jalur diantara keduanya. Router juga dapat digunakan untuk
menghubungkan sejumlah LAN sehinga trafik
yang dibangkitkan oleh suatu LAN dapat terisolasi dengan baik dari trafik yang dibangkitkan LAN lain.
2) IPX adalah
jenis protokol jaringan dari Novell yang
menghubungkan Novell Netware Client dan
server. IPX merupakan datagram/protokol
paket dan IPX bekerja pada layer network dari
protokol komunikasi dan merupakan
tanpa sambungan (connectionless = tak
memerlukan koneksi yang perlu disetup sebelum paket dikirim ke tujuannya).
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang di buat untuk melakukan
fungsi-fungsi komunikasi data pada Jaringan. TCP/IP terdiri atas sekumpulan
protokol yang masing-masing bertanggungjawab atas bagian-bagian tertentu dari
komunikasi data. TCP (Transmission
Control Protocol) mengatur assembly dari
pesan atau file ke dalam paket-paket
yang lebih kecil yang akan ditransmisikan dalam jaringan dan diterima oleh TCP
tujuan yang akan mengasembly packets
kedalam pesan yang sebenarnya. IP menangani alamat dari paket data dan menjamin
paket data akan sampai ke tujuannya
3) Jaringan peer to peer adalah jaringan dimana
setiap komputer dapat berfungsi sebagai server
artinya user komputer yang ada dalam jaringan tersebut dapat menjadi
seorang administrator. Dia dapat melakukan sharing sumber-sumber yang dia
miliki: File, CDRom, Modem Printer dan Fax.
Keuntungan jaringan peer to peer
- Workstation bisa sebagai resource
- Server tidak tersentral (semua workstation (client) dapat sebagai server)
- Security ada pada setiap workstation (client)
- Mudah dan
murah untuk Jaringan skala kecil.
Jaringan
peer to server (client server) dimana
sistem administrator ada pada file server.
Sehingga semua komunikasi harus melewati server.
Keuntungan
jaringan peer to server (client server) adalah:
- Pengaturan
user yang masuk dalam jaringan dapat dideteksi oleh administrator.
- Data tersimpan
secara terpusat pada server.
- Kewenangan
adminstrator mutlak dalam jaringan.
f.
Lembar
Kerja 2
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah
terinstall sistem operasi jaringan sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang
telah terinstal sistem operasi sebagai workstation
(client), Network Interface card (kartu
jaringan)yang telah terpasang pada komputer server
maupun workstation, kabel UTP
untuk menghubungkan komputer server dengan komputer client, switch/hub, Konektor
RJ45, Tang (Crimping tooll)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1)
Berdo’alah
sebelum memulai kegiatan belajar.
2)
Gunakan
alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh
(tersengat listrik)
3)
Bacalah
dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
4)
Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5)
Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terpasang dengan baik.
6)
Jangan
meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).
7)
Jangan
meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8)
Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9)
Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1)
Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2)
Periksa
bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada komputer server maupun
client.
3)
Periksa
semua konektor kabel telah terhubung dengan baik ( tidak longgar) pada komputer
server dan client.
4)
Periksa
kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub dan komputer client ke
switch/hub.
5)
Hidupkan
komputer server dan masuklah sebagai admin (root) dengan user name dan
pasword admin.
6)
Hidupkan
Komputer client.
7)
Periksa
setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan client.
8)
Cek
koneksi antar komputer workstation maupun komputer server dengan client.
9)
Matikan
komputer dengan benar.
10)
Rapikan
dan bersihkan tempat praktik
2.
Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan
a.
Tujuan
Kegiatan Pemelajaran
1)
Peserta
diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat jaringan agar tidak mengganggu
keseluruhan sistem
2)
Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
jaringan dari sisi hardware
3)
Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
jaringan dari sisi software
b.
Uraian
Materi 3
Mengisolasi
permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah hal-hal yang
berakibat lebih fatal dalam jaringan. Hal ini dilakukan agar jaringan dapat
berfungsi secara baik dan normal kembali. Tindakan pengisolasian termasuk
didalamnya merupakan jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi.
Tindakan pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat
dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan secara software.
1)
Pengisolasian
permasalahan secara Hardware
Tindakan
pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan
sistematis. Cara yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat
menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan pengisolasian secara
terstruktur dan sistematis dapat dilakukan sebagai berikut:
a) Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu
jaringan)
Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara
melihat indikator pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam
kondisi yang atau bekerja baik maka
lampu menyala dan saat tidak aktif atau rusak maka lampu tidak menyala saat
komputer telah dihidupkan dan terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain
ataupun dengan Hub/switch. Dapat juga
dilihat pada window Control Panel >
double klik system pilih menu Device
Manager.
Disana
dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau belum dengan
melihat pada Network adapter. Apabila sudah dikenal maka tinggal melakukan
setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu jaringan belum dikenal atau sudah
dikenal tetapi ada tanda (!), (?) dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software driver dari kartu jaringan
tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut indikator lampu yang ada kartu jaringan
tetap tidak menyala saat telah terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau
dengan Hub/switch atau tidak dikenal oleh device
manager maka perlu dilakukan penggantian kartu jaringan karena kartu
jaringan tersebut dalam kondisi yang rusak
Gambar 15
Keterangan Gambar:
1. Konsidi sudah dikenal tetapi
instalasi software belum sempurna.
2. Sudah dikenal dan Siap untuk
di setting konfigurasi jaringannya.
a) Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan
dan konektor)
Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan
konektor terdapat perbedaan antara model coaxial
dengan konektor BNC dan pengkabelan UTP dengan konektor RJ45.
-
Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan
konektor BNC.
Pengisolasian
untuk pengkabelan jenis coaxial lebih
rumit, karena apabila terjadi jarigan yang down
untuk jaringan bertopologi Bus atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan pengecekan satu
persatu.
Seperti
dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan yang sering terjadi:
Gambar 16. Permasalahan pada Kabel Coaxial
Keterangan Gambar:
1. Kabel
Terbuka (open). Kondisi ini
menyatakan bahwa telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang menyebabkan
kabel tidak dapat menghantarkan data.
2. Konektor
longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi pada pada koneksi antar kartu
jaringan dengan konektor kabel.
3. Kabel
short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi kabel yang hubung singkat
dalam jaringan.
4. Resistor
pada terminating Conector
5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
6. Longgar
pada male connector
Untuk pengisolasian
permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan
dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan menggunakan
multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu dengan melepaskan konektor BNC
dari T BNC daru dilakukan pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila
terjadi hubug sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan yang
menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open kabel atau kabel
putus dalam kabel coaxial maka
lakukan penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel coaxial diantara plug konektor karena
menyebabkan jaringan down karena
nilai resistansi yang tidak sesuai
pada sambungan tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada
permasalahan Resistor pada terminating
Connector dilakukan dengan penggantian terminator BNC yang baru. Konektor
yang longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan dengan
mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara keseluruhan.
-
Pengisolasian untuk pengkabelan
yang menggunakan kabel UTP
Pengisolasian
pengkabelan pada permasalahan jaringan yang menggunakan kabel UTP relatif lebih
mudah. Kemudahan pengisolasian kabel UTP
pada jaringan dengan topologi Star hanya komputer yang bermasalah saja
yang kita tangani tanpa mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya
masih tetap bekerja normal. Setiap workstation
(client) terpasang tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub sehingga apabila
komputer yang kita gunakan bermasalah maka komputer lain tidak terganggu. Seperti
dalam gambar berikut pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan
komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star.
Gambar
17. Permasalahan pada Kabel UTP
Keterangan Gambar:
1. Konektor
longgar (tidak terhubung)
2. Kabel short
3. Kabel
terbuka (open)
Perbaikan
untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan pada hub/switch dan pada kartu jaringan. Pengisolasian pada kabel yang
terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan dengan menggunakan
Multimeter dengan mengetes ujung-ujung kabel. Pengkabelan dengan menggunakan
kabel UTP tidak boleh disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan.
kalau sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian kabel beserta
konektornya, karena konektor RJ45 hanya digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak dapat dipakai
lagi.
2)
Software
Pengisolasaian
Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat instalasi software Kartu
jaringan. Seperti pada contoh penggunakan protocol TCP/IP
Gambar 18. Langkah Pemilihan
Protocol Jika Menggunakan Model TCP/IP
1.
Memilih add pada configuration
Network
2.
Memilih protocol
3.
Klik add
4.
Pilih TCP/IP
5.
Klik OK
a) Kesalahan
pengalamatan IP.
Setiap
komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi alamat yang unik, sehingga
tidak diperbolehkan ada alamat yang sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena merupakan
identitas untuk masing-masing komputer dalam jaringan untuk komunikasi data
jika terjadi alamat yang sama maka kedua komputer tidak dapat mengakses
jaringan karena terjadi perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang
dapat dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan subnetmasknya
sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti pada gambar berikut:
Gambar 19. Langkah Pengisian IP Address
dan Subnet Mask
1.
Pilih TCP/IP
2.
Klik Propertis
3.
Pilih specify an IP Address
Gambar 20. Langkah Pengisian IP
Address dan Subnet Mask Harus Sesuai dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang Digunakan
b) Kesalahan Identifikasi workgrup
Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan yang
kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan perubahan
nama workgroup sesuai dengan jaringan yang ada. Seperti gambar berikut
merupakan cara untuk melakukan perubahan pada workgroup.
Computer name untuk memberikan nama
komputer tersebut, Workgroup
merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer.
Gambar 21. Langkah Perubahan Workgroup
1. Pilih Identification
2. Menu
perubahan workgroup
c) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
Service
network (file and print sharing) yang
tidak aktif bisa dikarenakan file and
print sharing yang kita hubungi sedang tidak aktif atau kita belum
melakukan sharing file and print.
d) Kerusakan
file program, sehingga perlu di update.
Kerusakan
file program yang menyebabkan sistem operasi tidak bisa berjalan
atau menyebabkan kartu
jaringan tidak dapat bekerja (tidak aktif).
Untuk dapat
melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang
software sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa
kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:
a) Tidak bisa Login
dalam jaringan
Kasus
tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client
tidak dapat mengakses jaringan secara keseluruhan. Apabila kita telah
melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan sempurna maka bisa
juga karena kesalahan kita dalam memasukkan password
yang salah saat kita Login ke
jaringan.
b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network neighborhood. Kasus ini
sering terjadi karena sistem windows yang kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup program atau mau
menjalankan program.
c) Tidak bisa sharing files atau printer.
Untuk
dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan kemudian klik kanan lalu klik sharing
Gambar 22 Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory
a. Pilih
directory yang akan di sharing data
b. Option
pilihan sharing data
Gambar 23. Langkah Melakuan Sharing Printer
a. Start
setting printer
b. Pilih
printer yang akan di sharing
c. Option
pilihan sharing printer
a) Tidak bisa
install network adapter.
Kasus ini
biasanya disebabkan oleh sorfware kartu
jaringan yang tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau pemasangan
kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu
jaringan tersebut.
b) Komputer
lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
Komputer
lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal komputer kita dapat masuk
ke komputer lain disebabkan kita belum melakukan sharing data atau sharing
printer.
Kasus-kasus
tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software dan konfigurasi yang
tidak teliti. Hal tersebut menyebabkan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan
tidak dapat mengakses jaringan. Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus
dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah
ditetapkan pada jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol yang digunakan, nama Workgroup
dan sebagainya sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna.
a.
Rangkuman
3
Pengisolasian
kerusakan dalam hardware yang
dilakukan secara sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian
masalah jaringan yang dihadapi. Sistematis dan terstruktur memiliki maksud
dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan pengkabelan sampai
instalasi softwarenya.
Isolasi
permasalahan secara terjadi pada Instalasi software
driver kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan
TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang digunakan.
b.
Tugas
1) Lakukan setting
ulang untuk komputer server dan
komputer workstation (client). Bagaimana hasilnya? Catat IP
address subnet mask dan workgroup yang anda gunakan.
2) Catat
kinerja jaringan yang anda bangun apakah sudah dapat sharing data dan sharing
printer dan bagaimana koneksinya.
c.
Tes
Formatif 3
1) Bagaimana
penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan topologi Bus dan
pengaruhnya terhadap dengan topologi tersebut.
2) Bagaimana
penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan topologi Star dan pengaruhnya
terhadap sistem jaringan tersebut.
3) Menurut anda lebih mudah pengisolasian pada jaringan
pada topologi star atau topologi Bus? Apa kemudahannya?
4) Pada saat
isolasi permasalahan secara software hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan?
Mengapa?
d.
Kunci
Jawaban Formatif 3
1) Penanganan
pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan topologi Bus dilakukan step-by-step maksudnya dilakukan
pengecekan satu persatu karena jaringan dengan topologi bus lebih rumit karena
apabila tejadi jaringan yang down kita
tidak dapat langsung mengetahui letak kerusakan jadi perlu dilakukan pengecekan
satu persatu untuk menemukan sumber permasalahan tersebut.
Pengaruh
Jaringan apabila terjadi kerusakan atau pemasalahan seluruh jaringan akan
lumpuh total atau tidak dapat berfungsi sama sekali.
2) Penanganan
pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan topologi Star lebih mudah karena
apabila terjadi kerusakan pada salah satu komputer workstation maka hanya jaringan pada komputer tersebut yang
bermasalah sehingga pengisolasian lebih mudah dan penanganan perbaikan jaringan
juga lebih cepat. Isolasi kerusakan terhadap sistem jaringan dengan topologi
star adalah tidak berpengaruh, karena seluruh komputer tersambung secara paralel. Sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah
satu komputer maka hanya komputer tersebut yang bermasalah sedangkan komputer
lainnya tetap dapat berfungsi.
3) Lebih mudah pengisolasian menggunakan topologi star
karena:
a) Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer maka
tidak akan mempengaruhi komputer yang lainnya.
b) Pengisolasian dan perbaikan jaringan lebih akan
memakan waktu yang lebih cepat.
c) Tidak mengecek seluruh jaringan jika terjadi
kerusakan karena kerusakan salah satu komputer tidak menggangu atau
mempengaruhi komputer yang lainnya.
4) Pada saat
isolasi permasalahan secara software hal-hal
yang perlu diperhatikan adalah
a) Penginstallan
driver kartu jaringan dengan sempurna, karena kartu tersebut mengkomunikasikan
kartu jaringan dengan komputer. Apabila pengistalan tidak sempurna maka
komputer tidak akan mengenal kartu jaringan tersebut sehingga kartu jaringan
tidak dapat digunakan.
b) Konfigurasi
kartu jaringan karena setting kartu jaringan mengkomunikasikan komputer dengan jaringan
yang telah ada.
c) IP Address dan Subnet mask adalah alamat komputer kita karena apabila kita mengisi
alamat tersebut dengan asal maka kita tidak dapat masuk dalam sistem jaringan
maka perlu mengetahui nomor IP dan Subnet
mask yang digunakan dalam jaringan untuk dapat bergabung dalam jaringan
tersebut.
d. Workgroup karena untuk masuk dalam jaringan harus mengetahui
alamatnya kalau tidak mengetahui kelompok yang kita tuju maka kita juga tidak
dapat masuk dalam kelompok tersebut walaupun nomor IP dan subnet mask kita
sudah benar.
e.
Lembar
Kerja 3
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah
terinstall sistem operasi jaringan sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang
telah terinstall sistem operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu jaringan)yang telah
terpasang pada komputer server maupun
workstation, kabel UTP untuk
menghubungkan komputer server dengan komputer client, switch/hub,
Konektor RJ45, Tang (Crimping tooll)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1)
Berdo’alah
sebelum memulai kegiatan belajar.
2)
Gunakan
alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh
(tersengat listrik)
3)
Bacalah
dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
4)
Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5)
Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terkoneksi dengan baik.
6)
Jangan
meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).
7)
Jangan
meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8)
Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9)
Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1)
Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang
aman.
2)
Periksa
bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada komputer server maupun
client.
3)
Periksa
semua konektor kabel telah terhubung dengan baik ( tidak longgar) pada komputer
server dan client.
4)
Periksa
kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub dan komputer client ke
switch/hub.
5)
Hidupkan
komputer server dan masuklah sebagai admin (root) dengan user name dan
pasword admin.
6)
Hidupkan
Komputer client.
7)
Periksa
setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan client.
8)
Cek
koneksi antar komputer workstation maupun komputer server dengan client.
9)
Matikan
komputer dengan benar.
10) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
BAB III
EVALUASI
A.
PERTANYAAN
1.
Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan
komputer?
2.
Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN
dengan topologi Star dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN?
3.
Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab Komputer
2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi komputer berjumlah 20
unit rencana jaringan tersebut akan dibangun menggunakan topologi star dan
jaringan antara lab 1 dan lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk:
a.
Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya (berapa buah
atau berapa meter).
b.
Menggambarkan Layout jaringan
yang akan anda buat beserta IP Address
dan Subnet mask yang digunakan.
B.
KUNCI JAWABAN EVALUASI
1.
Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas
dua yakni penanganan Hardware dan
penanganan Software.
Penanganan hardware harus
dilakukan secara sistematis dan terstruktur untuk mempermudah penyelesaian
masalah jaringan yang dihadapi. Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari
penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor.
Penanganan permasalahan pada Software
dapat dilakukan dengan cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan dan
setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet mask dan workgroup yang digunakan.
2.
Topologi
Star adalah topologi yang setiap node akan
menuju node pusat/sentral sebagai
konselor. Aliran data akan menuju node pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan:
jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
Sehingga
penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang bermasalah tanpa mengganggu
jaringan secara keseluruhan.
3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi:
1)
2 buah server
2)
40 client
3)
Kartu jaringan 42 buah
4)
Konektor RJ 45
84 buah
5)
Hub 2 buah
6)
Repeater /Router 1 buah
7)
Kabel + 500 meter
c. Gambar layout berdasarkan
kerapian, Nomor IP Address yang digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A,
B, atau C antara lab 1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
C. KRITERIA KELULUSAN
|
Kriteria
|
Skor
(1-10)
|
Bobot
|
Nilai
|
Keterangan
|
|
Kognitif (soal no 1 s/d 2)
|
|
3
|
|
Syarat lulus nilai minimal 70 dan skor setiap
aspek minimal 7
|
|
Kebenaran layout
|
|
3
|
|
|
|
Kerapian, kebersihan, ketelitian
|
|
2
|
|
|
|
Ketepatan waktu
|
|
2
|
|
|
|
Nilai Akhir
|
|
|||
Kategori
kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja
dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja
tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa
bimbingan.
BAB IV
PENUTUP
Demikian modul pemelajaran Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan.
Materi yang telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai
dasar saja bagi peserta diklat diharapkan untuk belajar lebih lanjut.
Diharapkan peserta didik memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk
menguasai teknik diagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung
jaringan lebih jauh sehingga peserta diklat dapat melakukan tindakan pengisolasian permasalahan
yang terjadi pada PC yang tersambung dengan jaringan.
Setelah menyelesaikan modul ini dan
mengerjakan semua tugas serta evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian,
peserta diklat dapat dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus
maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kedudukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat harus
mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Onno W. Purbo: TCP/IP
Standar, Desain, dan Implementasi, Elek
Media Komputindo, Jakarta, 1998
Onno W. Purbo: Buku Pintar Internet Teknologi Warung
Internet, Elek Media Komputindo, Jakarta, 1999
Dede Sopandi, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan
Komputer, Informatika, Bandung, 2004
http://www.ilmukomputer.com diambil pada
tanggal 26 Oktober 2004
Langganan:
Postingan (Atom)



